Di Kaki Hariara Dua Puluh Tahun Kemudian

Martin Aleida

Sudah enam puluh tahun hariara itu tegak di pekarangan belakang sekolah itu. Walau usia sudah mengelupas kulit batangnya, namun dia tetaplah yang paling menjulang di antara pepohonan yang ada di sekeliling.

Di ujung akarnya yang menjentang di permukaan tanah, dengan bersila beralaskan tikar pandan, duduklah Kartika Suryani sejak beberapa saat yang lalu. Continue reading “Di Kaki Hariara Dua Puluh Tahun Kemudian”

Mudik dalam Mistisisme dan Religiositas Orang Jawa

M. Bambang Pranowo
http://www.lampungpost.com/

KEDEKATAN dengan dunia mistis adalah salah satu ciri khas orang Jawa. Dalam kehidupan sehari-hari, misalnya, orang Jawa menilai suatu kejadian dari aspek mistis. Kenapa gunung Merapi meletus, kenapa gelombang laut Kidul amat besar, semuanya dikaitkan dengan dunia mistis. Itulah sebabnya Niels Mulder dalam bukunya, Mysticism and Everyday Life in Contemporary Java (1980), menyatakan mistisisme dan praktek-praktek magis-mistik selalu menjadi arus dasar terkuat kebudayaan Jawa. Continue reading “Mudik dalam Mistisisme dan Religiositas Orang Jawa”

Klandestin Banci di Negeri Banci *

Diana AV Sasa
Jawa Pos, 4 Sep 2011

“…Di sisi penyebaran sifat, wanita-pria bahkan sampai merengsek dan menelusup setiap tempat, tak terkecuali tempat-tempat penting penentu kebijakan berbangsa dan bernegara. Kebijakan pemimpin negara rata-rata menjadi kebijakan banci, tidak tegas dalam keberpihakan. Sikap mereka mirip para waria, tidak laki-laki tidak perempuan!” Continue reading “Klandestin Banci di Negeri Banci *”

Bahasa »