Dua Sayap Mochtar Lubis

Yayat R. Cipasang *
Pikiran Rakyat, 13 Sep 2008

PELUNCURAN buku Nirbaya, Catatan Harian Mochtar Lubis Dalam Penjara Orde Baru, belum lama ini di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), menjadi ajang pertemuan generasi muda dan orang tua pelaku sejarah seperti penyair Taufiq Ismail, dramawan Ikranegara, dan pengacara senior Adnan Buyung Nasution. Hadir pula tokoh pers seperti Wakil Ketua Dewan Pers Leo Batubara, tuan rumah Jacob Oetama serta pengamat pers dari UNESCO Arya Gunawan. Continue reading “Dua Sayap Mochtar Lubis”

Manunggaling Kawulo-Gusti

Theresia Purbandini
Jurnal Nasional, 14 Sep 2008

ABDUL Hadi WM pernah melahirkan kumpulan puisi yang begitu pekat diwarnai pemikiran tasawuf Islam. Kumpulan puisi tersebut, Meditasi, memenangkan hadiah buku puisi terbaik Dewan Kesenian Jakarta 1978. Lalu, bukunya yang juga banyak mendapat perhatian, Hamzah Fansuri, Penyair Sufi Aceh, melukiskan kecenderungan pemikiran sufistiknya. Continue reading “Manunggaling Kawulo-Gusti”

Menolak Jadi Pahlawan Nasional

Rosihan Anwar
Kompas, 19 Sep 2008

SEMINAR berjudul ”Kontribusi Ahmad Subardjo dalam Diplomasi Penegak Kemerdekaan Indonesia” diselenggarakan atas prakarsa Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda tanggal 25 Juli 2008 di Gedung Deplu. Saya hadir karena diundang. Saya kira akan mendengarkan suatu pertukaran pikiran akademik. Saya terheran-heran. Ternyata tujuan seminar mengumpulkan bahan-bahan pendukung bagi usulan, supaya Ahmad Subardjo, Menlu pertama RI, dijadikan Pahlawan Nasional. Continue reading “Menolak Jadi Pahlawan Nasional”

Puasa di “Lembur” Ahmad Bakri

Deni Ahmad Fajar *
Pikiran Rakyat, 20 Sep 2008

AHMAD Bakri (1917-1988) adalah satu dari sedikit sastrawan Sunda yang produktif. Ahmad Bakri juga tercatat sebagai pengarang Sunda favorit. Humor segar yang dibangun dengan bahasa yang lancar jadi ciri khas karya-karya Ahmad Bakri. Bisa dikatakan tidak ada karya Ahmad Bakri yang luput dari bumbu humor. Tentu humor bukan satu-satunya kekuatan pengarang kelahiran Rancah Ciamis ini. Continue reading “Puasa di “Lembur” Ahmad Bakri”

Bahasa »