9 Pertanyaan untuk Koh Young-Hun

: Masyarakat Korea Semakin Berminat pada Indonesia

Ika Karlina Idris
jurnalnasional, 25 Juli 2007

NAMA Prof Koh Young-Hun mungkin masih asing di telinga kita. Maklum saja, ia pakar Bahasa Indonesia dari Korea. Sedangkan Bahasa Korea hingga saat ini belum popular di Indonesia. Kunjungannya di Indonesia kali ini dalam rangka Seminar Internasional Sutardji Calzoum Bachri. Continue reading “9 Pertanyaan untuk Koh Young-Hun”

Utuy dan Sang Kuriang

Jejen Jaelani
Pikiran Rakyat, 26 Sep 2008

DALAM esainya “Kakayaan Batin Ki Sunda, di Sagigireun Si Kabayan Aya Sang Kuriang”, Utuy Tatang Sontani menyatakan bahwa salah satu pedoman hidup manusia Sunda yang selalu dinasihatkan orang tua kepada anak-anaknya adalah sing cageur jeung bageur atau kurang lebih saya terjemahkan “semoga sehat lahir batin dan berbudi baik”. Continue reading “Utuy dan Sang Kuriang”

Pramoedya Suka Mancing dan Mengumpulkan Bungkus Rokok

Rosidi
suaramerdeka.com

Soelistijono teman bermain Pramoedya Ananta Toer (Pram) waktu kecil mengisahkan sedikit tentang kehidupan pujangga yang menulis “Sang Pemula” itu, sehingga nama Tirto Adhi Soerjo, tokoh pers nasional asal Blora, dikenal masyarakat luas.

“Pram dulu senang memancing di Kali Lusi. Hobinya yang lain, dia suka mengumpulkan bungkus rokok. Mungkin itu digunakan untuk mencatat ide-ide tulisannya,” kenangnya, Minggu (19/12). Continue reading “Pramoedya Suka Mancing dan Mengumpulkan Bungkus Rokok”

Bukan Penyair (Romantis) Biasa

Dwi Fitria
Jurnal Nasional, 21 Sep 2008

SEGAR dan sederhana dalam bahasa, tapi tak pernah kehilangan kedalaman makna.
Membicarakan karya sastra Acep Zamzam Noor, adalah membicarakan puisi-puisi sederhana yang mudah diikuti, bersih, dan tak terlalu sulit untuk dipahami. Acep mengemuka di jagad sastra Indonesia di awal tahun 80-an. Ketika itu dalam dunia sastra bermunculan puisi-puisi gelap dengan gaya bertutur yang rumit yang kerapkali hanya bisa dipahami oleh penyairnya sendiri. Di tengah marak gaya bertutur yang rumit itulah Acep muncul dengan puisi-puisi dengan diksi sederhana. Kerap memakai idiom-idiom alam dan sedikit bernafaskan Islam. Continue reading “Bukan Penyair (Romantis) Biasa”

Bahasa ยป