DAGING SAMPIL

Ahmad Zaini*

Seekor sapi dijagal di halaman masjid. Puluhan orang bahu-membahu agar sapi yang berbadan gemuk dan liar ini dapat dijinakkan. Ada yang membuat kolongan tambang untuk menjebak kaki sapi. Ada juga yang menarik tambang yang mencocok hidung sapi. Jika salah satu kaki sapi masuk ke dalam kolong tambang maka mereka pun serentak menyeretnya sampai sapi terjatuh dan benar-benar terlentang persis di lubang pemotongan. Continue reading “DAGING SAMPIL”

Tentang Jurnal Puisi Amper

Eva Dwi Kurniawan
http://manuskripdody.blogspot.com/

Selama ini saya memang tidak mengikuti proses kreatif yang dilakukan oleh kawan-kawan saya di Surabaya. Saya hanya tahu mereka dari status yang mereka tulis di akun facebook. Itu saja. Sementara saya, terhadap fecebook tidak terlalu begitu antusias. Apa yang ditanyakan, apa yang di bantah dalam akun fecebook saya, jika saya sedang ingin membalas, tentu akan saya balas. Namun, tampaknya, lebih banyak saya balas setelah sekian hari atau minggu. Saya tidak terlalu fanatik dengan facebook. Continue reading “Tentang Jurnal Puisi Amper”

Tentang Eva dan Dua Esai Mininya

Heru Susanto*

Teman, inilah sosok akademisi yang berambisi ingin menjadi kritikus sastra. Ini bukan suatu cemoohan seperti yang dilontarkan teman-teman di atas terhadap Eva Dwi Kurniawan. Saya mencoba mengkaji sosok Eva melalui tulisannya. Mengenai tidak adanya puisi atau minimal penggalan puisi karya Dody Kristianto dalam esainya “Tentang Sajak Dody Kristianto”, itu hal lumrah bagi Eva. Continue reading “Tentang Eva dan Dua Esai Mininya”

Cerpen-cerpen Terbaik “Kompas”

Agus Noor *
manuskripdody.blogspot.com

Tradisi pemilihan cerpen terbaik Kompas yang sudah berlangsung sejak 1992 telah menghasilkan 15 cerpen terbaik, mulai dari Kado Istimewa (Jujur Prananto) hingga Cinta di Atas Perahu Cadik (Seno Gumira Ajidarma). Hingga tahun 2004, pemilihan cerpen terbaik itu dilakukan oleh ”orang dalam Kompas”, yakni para redaktur yang dianggap punya kompetensi dengan dunia sastra. Continue reading “Cerpen-cerpen Terbaik “Kompas””

Gulita

Eko Darmoko

Seratus tahun adalah waktu yang lama untuk sebuah penantian.

Pada tahun 1900 sebuah koran terbitan Nederlandsch Indie telah mengabarkan tentang gejalah alam yang aneh. Yakni suatu saat nanti bumi akan dihimpit oleh tiga matahari yang datang dari galaksi lain. Jadi kelak bumi akan mempunyai empat matahari. Dan dapat dipastikan temperatur bumi akan sangat panas, selain itu yang lebih parah lagi adalah bahwa di bumi tidak akan terjadi malam, yang hadir hanya siang saja. Continue reading “Gulita”

Bahasa »