Buku PKI, Bahasa Inggris Boleh, Indonesia Jangan

Asvi Warman Adam *
Media Indonesia, 26 Maret 2007

PADA 21 Maret 2007 di Jakarta penerbit Equinox meluncurkan cetakan ulang dari seri buku-buku klasik tentang Indonesia yang pernah ditulis oleh orang asing dan Indonesia. Di antaranya karya Herbert Feith, The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. Ada dua buah karangan Ben Anderson. Continue reading “Buku PKI, Bahasa Inggris Boleh, Indonesia Jangan”

Kontroversi Sejarah dan “Kurikulum Eksperimen”

Suparman*
Kompas, 26 Maret 2007

ADA apa lagi dengan kurikulum sejarah? Itulah pertanyaan yang muncul di benak kita ketika mendengar berita terkait pelarangan beredarnya buku-buku teks sejarah untuk SMP-SMA sederajat oleh Kejaksaan Agung.

Sebelum pelarangan itu dilakukan, beberapa waktu lalu kita pun sudah disuguhi pemberitaan terkait diperiksanya kepala Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) oleh Kejaksaan Agung. Continue reading “Kontroversi Sejarah dan “Kurikulum Eksperimen””

‘Recode’ (Kultur) Keindonesiaan

Zacky Khairul Umam*
Media Indonesia, 28 Maret 2007

“Indonesia pada abad ke-21 akan menjadi negara maju dan sejahtera. Indonesia menjadi bangsa yang mandiri, produktif, memiliki daya saing, serta mampu mengelola seluruh kekayaan alam dan sumber daya lainnya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.” Itu pernyataan Presiden Yudhoyono (22/3) menanggapi kerangka dasar Visi Indonesia 2030 yang diluncurkan resmi di Istana Negara yang dihadiri ratusan pejabat, elite, dan tokoh nasional. Continue reading “‘Recode’ (Kultur) Keindonesiaan”

Ketidakpercayaan pada Kebudayaan

Mudji Sutrisno*
Media Indonesia, 29 Maret 2007

KEKUATAN hakiki kebudayaan adalah kemampuannya merawat dan merayakan kehidupan yang dirangkum dalam sistem nilai.

Hakiki karena ia menjadi sumber dari pembahasaan hukum, aturan, norma, perilaku bagi masyarakat yang berada di dalamnya. Inspirasi itu ditafsirkan dan dituangkan dalam sebuah produk kebudayaan sehingga mudah dicerna sebagai pedoman ketika manusia sedang menghadapi tantangan dan bencana. Continue reading “Ketidakpercayaan pada Kebudayaan”

Puasa, Setan, dan Gempa

Emha Ainun Nadjib

PUASA itu melatih “tidak” karena kehidupan sehari-hari kita adalah melampiaskan “ya”. Sekurang-kurangnya mengendalikan “ya”. Mental manusia lebih berpihak pada “melampiaskan” dibanding “mengendalikan”.

Padahal, keselamatan peradaban, keindahan kebudayaan, tata kelola manajemen, kepengurusan negara dan kemasyarakatan lebih mengacu pada pengendalian daripada pelampiasan. Continue reading “Puasa, Setan, dan Gempa”

Bahasa ยป