Catatan dari: Diskusi Sastra Etnik di Jawa Pos

Khoirul Naim
__Jawa Pos, 16/03/2011

Masih berkaitan dengan Festival Cak Durasim III, Lembaga Kajian Budaya Jawa Pos dan Taman Budaya Jawa Timur Sabtu (19/10) lalu, bertempat di Metropolis Room Graha Pena Building, membedah kondisi sastra Using, Madura, Surabaya-an dan Jawa Timur Mataram-an. Tampil sebagai narasumber adalah Hasnan Singodimayan (Using), Syaf Anton Wr (Madura) dan Bonari Nabonenar (Jawa). Berikut rangkuman diskusi yang dipandu oleh Widodo Basuki itu. Continue reading “Catatan dari: Diskusi Sastra Etnik di Jawa Pos”

“Sang Penari”, Potret Buram Pasca Tragedi

Sang Penari, Kisah Cinta Tragis

Rz. Subagyo
oase.kompas.com

Tragedi nasional yang menimpa republik ini pada tahun 1965 atau yang dikenal dengan G30S (Gerakan 30 September) hingga kini masih menyisakan sisi-sisi buram bagi bangsa Indonesia.

Sebuah gerakan pemberontakan yang “didalangi” Partai Komunis Indonesia (PKI) itu tidak saja merenggut nyawa tujuh perwira tinggi yang kemudian dikenal sebagai Pahlawa Revolusi, namun juga mengorbankan nyawa jutaan anak bangsa. Continue reading ““Sang Penari”, Potret Buram Pasca Tragedi”

9 Pencerita yang Dibunuh Ceritanya Sendiri

Fahrudin Nasrulloh *
__Radar Mojokerto, 18 Des 2011

Mojokerto mulai bergerak lagi. Mojokerto coba diongkosi lagi. Oleh mereka-mereka yang masih bersetia menulis, dan satu-dua-tiga yang baru muncul belakangan. Sastra tampaknya tak pernah mati dari kondisi apa pun yang bahkan telah banyak mencekik para pelakunya untuk lebih jauh mengarus dalam dunianya yang semakin tak jelas. Tak jelas dalam arti bahwa rambahan estetika di dalamnya adalah pertarungan yang tiada habis dalam upaya bereksplorasi. Continue reading “9 Pencerita yang Dibunuh Ceritanya Sendiri”

Bahasa ยป