Puisi Etnik Lestarikan Bahasa Daerah

Amar
http://panjisuroboyo.com/

Pengembangan asing terus ditingkatkan, biaya, sarna dan prasarana terus di upgrade oleh Pemerintah. Namun para Stakehoulder sepertinya sudah meminimkan perhatianny terhadap keberadaan bahasa daerah yang sebetulnya merupakan kekayaan budaya nasional yang tidak boleh hilang dari percaturan bahasa di Bumi Prtiwi ini.

Hal itulah rupanya pesan berharga yang ingin disampaikan oleh Arie Yoko (Bojonegoro), Anisa Afzal (Sukabumi), Nia Samsihono (Penyair Nasional-Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan Nasional) dan Gunoto Saparie (Semarang).

Para Sastrawan yang sudah melanglang buana tersebut, terus berjuang agar kebhinnekaan Bahasa Daerah tetap terjaga kelestariannya. Oleh karena itu pada setiap kesempatan mereka selalu menampilkan pembacaan Sastra Etnik.

Pembacaan Sastra Etnik memadukan baca puisi yang berbahasa daerah masing-masing dengan Bahasa Indonesia. Seperti yang mereka tampilkan di Galeri seni pada event Pameran seni Lukis Indonesia di Balai Pemuda Surabaya, Sabtu, (14/5/2011).

Satu persatu mereka membaca dan melagukan karya sastranya dalam bentuk puisi sesuai dengan ciri daerah masing-masing. “Harus diakui bahwa pengembangan Bahasa Daerah di Indonesia saat ini rata-rata terjadi penurunan. Ini tak lepas dari perhatian Pemerintah yang semakin hari dan dalam beberapa tahun terakhir ini terus menurun”, ujar Dra. Dat Murniah, M. Hum, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendiknas, Jakarta.

“Saya mewakili Bahasa sunda”, ungkap Anisa Afzal yang pada kesempatan tersebut tampil dua kali membacakan karya sastra etniknya, perpaduan Bahasa Sunda dengan Bahasa Indonesia.

15 Mei 2011