Sastra dan Respons Estetik Pembaca

Donny Syofyan
http://padangekspres.co.id/

Teks hanya punya arti bila ia dibaca. Karena itu, membaca adalah prasyarat penting bagi segenap proses interpretasi sastra. Titik sentral dalam pembacaan karya sastra adalah interaksi antara struktur karya tersebut dan penerima atau pembaca. Tidak mungkin untuk mendeskripsikan tanggapan pembaca tanpa menganalisis proses pembacaannya. Dalam hal ini, pembacaan terhadap teks menjadi sesuatu yang amat penting. Continue reading “Sastra dan Respons Estetik Pembaca”

Zhong Qiu Dalam Sastra

Zhou Fuyuan
___Media Inti Suara Baru Edisi No.8/Th.1-12-00

Hari Raya Tiong Chiu (Zhong Qiu Jie) atau Festival Pertengahan Musim Gugur selalu berkaitan erat dengan kehadiran bulan purnama. Bagi masyarakat Tionghoa, bulan purnama melambangkan kesempurnaan dan sekaligus kebahagiaan. Bulan purnama begitu bulat sempurna, bulat dalam bahasa Mandarin adalah yuan, kata ini juga di pakai dalam kata mejemuk tuan yuan, secara harafiah berarti bulat berkumpul untuk mengungkapkan kondisi pertemuan keluarga, kekasih dan sahabat yang telah lama terpisahkan. Continue reading “Zhong Qiu Dalam Sastra”

Mengangkat Derajat lewat Puisi

Hairul Anam Al-Yumna
http://www.surya.co.id/

Keseriusan adalah modal hidup. Inilah kunci utama menjadi penyair. Melalui keseriusan, pintu kharisma dalam kepenyairan bakal terbuka lebar. Kita pun mudah memasukinya. Pernyataan tersebut disampaikan penyair sohor Indonesia, Binhad Nurrohmat, Selasa (1/2) malam di Masjid PP Annuqayah Al-Furqaan. Usai mengisi bedah buku Dari Kiai Kampung ke NU Miring di aula Instika, Binhad rehat di kediaman KM Faizi, pengasuh PP Annuqayah Al-Furqaan yang juga dikenal sebagai penyair Indonesia. Continue reading “Mengangkat Derajat lewat Puisi”

Bahasa »