Membaca, Membuka Cakrawala

Neni Nureani
http://www.kabar-priangan.com/

Seperti anda tahu, minat baca bisa dibilang cukup rendah. Membaca merupakan kebutuhan manusia yang sama pentingnya seperti kebutuhan sandang, pangan, papan, dan seperti kebutuhan lain yang harus dipenuhi setiap hari. Membaca bukanlah kebiasaan yang biasa, tapi hal biasa yang harus dibiasakan, karena manfaatnya sangat besar untuk masa depan.

Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi. Apakah sudah anda sadari betapa pentingnya membaca? Namun sayangnya sebagian besar kita tidak punya waktu untuk membaca, alasannya pun karena sibuk. Dan memang kegitan gemar membaca belum membudaya. Tanpa kita sadari bahwa membaca itu sesuatu yang sangat penting.

Membaca memungkinkan kita banyak mengetahui bebagai hal. Banyak manfaat yang kita peroleh dari membaca. Ilmu dapat kita raih dengan belajar. Hal yang paling mudah yang kita lakukan untuk mengembangkan keterampilan belajar salah satunya dengan membaca. Karena membaca dapat membuka cakrawala,dapat menambah pengetahuan dan pengalaman cakrawala berpikir. Bahkan dengan sering membaca kita akan menjadi seorang yang kreatif, aktif, dan kritis. Saat kita tidak mengetahui sesuatu menjadi tahu.

Oleh karena itu orang tua juga mempunyai peran penting dalam menciptakan budaya membaca pada anak.

1. Bacakan buku sejak anak baru lahir. Karena secara psikologis, anak sudah dapat diajak berkomunikasi sejak lahir, bahkan sejak di dalam kandungan. Maka kenalkanlah anak dengan buku sejak dini.

2. Biasakan membaca di depan anak. Karena anak-anak, biasanya meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya. Jadi, orang tua dan orang yang berada di sekitar anak, dapat membiasakan membaca di depan anak.

3. Rekreasi ke toko buku. Belikan anak anda buku. Biarkan mereka memilih buku yang ia inginkan. Dengan begitu, dia akan membaca buku tersebut, karena dia sendiri yang memilih. Jangan lupa, mintalah anak anda untuk menceritakan kembali isi buku tersebut. Bersikaplah seolah-olah anda adalah orang yang tidak tahu apa-apa, biarkan anak anda mengajari anda.

4. Biasakan memberi hadiah pada anak dengan buku. Jika anak meraih prestasi di sekolah, atau prestasi apapun yang cukup membanggakan, berilah hadiah buku. Hal ini membuat si anak akan mengerti betapa berharganya buku (karena buku harta yang tak ternilai, jangan sekali-kali memberikan anak hadiah lainnya, karena anak akan membandingkan benda-benda yang lainnya).

5. Jauhkan anak dari TV, play station. Karena bila anak yang terbiasa menonton TV, otaknya cenderung “banyak istirahat”. Otak anak cenderung malas karena terbiasa menangkap saja. Dan menyarankan agar orang tua membatasi anak menonton TV dan komputer yang difungsikan sebagai video gem karena keduanya membuat anak menjadi pasif. Padahal untuk mengembangkan kualitas diri dan kepribadiannya, anak harus aktif.

Jadi, membangkitkan dan meningkatkan minat baca anak dapat dimulai dari keluarga. Jika keluarga sudah gemar membaca, maka itu sudah memberi contoh yang baik. Karena buku adalah gudangnya ilmu dan membaca adalah kuncinya.

Dan untuk menggairahkan minat baca perlu diciptakan berbagai cara lagi. Yaitu dengan menciptakan kebiasaan membaca. Mendirikan sudut-sudut baca di dalam rumah sendiri, karena itu mudah diakses oleh seluruh anggota keluarga sehingga menjadi suatu kebutuhan.

Bagi yang gemar membaca, di dalam bacaan terdapat berbagai informasi dan pengetahuan. Merupakan suatu hiburan, terutama jika kita membaca topik-topik yang kita sukai. Kerena itu dapat melatih daya kreativitas dan imajinasi untuk berkembang. Secara tidak langsung menambah pembendaharaan kata baik lisan maupun tulisan.

Coba kita renungkan bagaimana kita bisa menjadi generasi penerus bangsa jika kita sendiri malas untuk belajar? Genersi muda seharusnya adalah generasi yang cerdas, berguna bagi bangsa dan negara. Dan kecerdasan dibangun dengan kegemaran membaca. Dan tak salah bahwa membaca akan membuka cakrawala dan wawasan berpikir kita.

Betapa penting dan bermafaatnya membaca itu tapi banyak orang yang sering kali dianggap sepele. Membaca mungkin suatu kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian orang yang gemar membaca. Banyak pula sebagian orang mengatakan bahwa membaca itu sesuatu hal yang membosankan. Itu pun bagi orang yang tidak suka membaca. Maka dari itu dari sekarang harus belajar mencintai membaca.

Jangan anggap kegiatan membaca itu membosankan, tapi jadikanlah membaca itu hal yang menyenangkan. Dan jangan pernah berhenti untuk membaca. Karena buku itu adalah sumber ilmu pengetahuan. Tidak ada kata terlambat untuk melakukan sesuatu yang baik, maka mulai dari sekarang, dari diri kita sendiri.***

*) Mahasiswi Dikbasasinda, Semester 5, Unsap Sumedang /08 Feb 2012