Sajak-Sajak Usman Arrumy

GUA HIRA

demi rongga yang tercipta sebagai gua
yang hadir dari sejarah tua
mengisyaratkan ketakberhinggaan
dalam ruang riung yang tak raib oleh riap kekhusukan
juga waktu yang tak henti tersedu karena wahyu

gunung, yang kepadanya bersemayam kegundahan
menciptakan tempat senyap dalam berkholwat
menjadi dermaga saat mula wahyu diterima Continue reading “Sajak-Sajak Usman Arrumy”

Tentang Seniman Kaya

Mathori A Elwa
http://teraspolitik.com/

Pada tulisan saya sebelumnya, “Tentang Seniman Miskin”, Kamis (8/3/2012), saya menjelaskan duduk perkara hubungan antara seniman dengan kekayaan (material) atau sebutlah itu penghasilan uang.

Ada yang sepakat, ada yang tidak. Hal itu sudah saya sadari dan saya pahami sebelumnya. Bagi saya yang terpenting adalah menyampaikan pendapat itu secara obyektif. Adapun jika ada yang tersinggung, saya sekali lagi, maaf lahir-batin. Continue reading “Tentang Seniman Kaya”

Pencerahan Estetik Sastra Internet

Ribut Wijoto

Apakah arti media bagi sastra. Sepintas lalu, media bukan penentu signifikan. Nur St. Iskandar menyebutkan, pendirian Balai Pustaka atau Volkslektuur (1908) yang menghadirkan majalah kebudayaan dengan rubrik sastra memunculkan tradisi sastra modern di tanah air. Majalah Pujangga Baru diterbitkan, sastra Indonesia pun memasuki estetika yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya. Dua tulisan Armin Pane, berjudul “Kesusastraan Baru” (1933), merupakan pembuktian otentik. Continue reading “Pencerahan Estetik Sastra Internet”

Mempertanyakan Pembinaan Minat Sastra di Kalangan Muda

RR Miranda
suarakarya-online.com

Masalah utama yang paling serius dalam kesusastraan kita ialah menumbuh kembangkan minat sastra pada generasi muda. Bahkan kalau perlu mencuci otak anak-anak muda menjadi setengah sastrawan.

Sebab lingkungan mereka (keluarga, sekolah dan mungkin negara) sepertinya punya sikap sinis terhadap sastra dan sastrawan. Continue reading “Mempertanyakan Pembinaan Minat Sastra di Kalangan Muda”

Membo-membo Jadi Iblis di Kediri *

: Membaca Buku ‘Sekumpulan Sajak Pesantren’ bertitel “Jadzab”
Nurel Javissyarqi **

Dua tahun lalu pertengahan Ramadhan saya ke sini, tepatnya mengikuti kawan-kawan Kutub (para santrinya almarhum Gus Zainal Arifin Thoha); Muhammadun AS, Salman Rusydie Anwar, A. Yusrianto Elga, di antaranya agak lupa siapa saja pengisi pelatihan kepenulisan di Lirboyo, setelah itu ziarah ke makam Gus Zainal. Mungkin sepuluh tahun lampau saya di sini sekadar ngopi, seperti ke pesantren lain menikmati alam damainya. Continue reading “Membo-membo Jadi Iblis di Kediri *”

Bahasa »