Menelisik Eksistensi Sastrawan Wanita Sumatera Utara

M. Raudah Jambak
analisadaily.com

Ratman Suras gelisah! Itu yang terbersit di benak saya, ketika Omong-Omong Sastra di UISU Jalan Puri (Minggu, 15/04) lalu. Ratman mengatakan, untuk peta kepenyairan wanita di Sumatera Utara, masih sedikit kaum wanita yang menghiasi blantika sastra khususnya puisi. Jika dilihat dari antologi yang lahir, masih begitu minim para penyair wanita yang ikut andil di dalamnya. Sekilas mereka yang biasanya menghiasi blantika sastra khususnya puisi di Sumatera Utara, mungkin saja telah menemukan dunia lain yang dianggap lebih menjanjikan daripada dunia kepenyairan. Continue reading “Menelisik Eksistensi Sastrawan Wanita Sumatera Utara”

Indonesia Tak Butuh Iblis

Emha Ainun Nadjib
http://sudisman.blogspot.com/

Dalam kehidupan politik dan kebudayaan di Indonesia sering disebut-nyebut kata iblis, sebagaimana sering juga disebut-sebut kata setan, malaikat, tuhan atau Tuhan, fir’aun, dajjal, atau hantu, monster, gendruwo, dlsb.

Orang menyebut iblis atau setan biasanya tidak untuk menuding iblis atau setan itu sendiri, melainkan untuk memberi gelar kepada sesama manusia. Continue reading “Indonesia Tak Butuh Iblis”

Merekonstruksi Idealisme Pers Mahasiswa

Kalis Mardi Asih
http://www.kompasiana.com/mardiasih

Sejarah bangsa ini mencatat perjalanan Pers Mahasiswa sebagai sebuah media yang berpengaruh dalam menuangkan gagasan, propaganda serta cita-cita kemerdekaan Indonesia oleh aktivis mahasiswa. Kelahiran majalah Indonesia Merdeka yang diterbitkan oleh organisasi Perhimpunan Indonesia (PI) pada tahun 1924 di Belanda juga Soeara Indonesia Moeda pada tahun 1928 yang terbit pada momen Sumpah Pemuda, keduanya turut memberikan suntikan semangat bagi terwujudnya cita-cita kemerdekaan yang terealisasi pada 17 Agustus 1945. Continue reading “Merekonstruksi Idealisme Pers Mahasiswa”

’’Gila Buku’’ dan Buku yang Digilai

Riza Multazam Luthfy *
Riau Pos, 22 April 2012

‘’Gila’’

Dalam kehidupan ini, tak selamanya gila identik dengan keburukan atau penyakit yang layak dimusnahkan. Gila —dalam kadar tertentu— terkadang sangat dihajatkan dan perlu dirawat-tularkan pada sesama. Kepada mereka yang menyebut dirinya manusia. Murid asuhan Ibn al-Aynzarbi dalam ilmu kimia, Abu al-Muzhaffar (Bulmuzaffar) Nashr ibn Mahmud ibn al-Mu’arrif adalah ‘gila buku’. Continue reading “’’Gila Buku’’ dan Buku yang Digilai”

Bulang Cahaya Sembilu Cinta

Abdul Kadir Ibrahim
Riau Pos, 22 April 2012

Tajak Kalam

SELEPAS berlalunya Kerajaan Bintan dengan Raja Wan Sri Benai, beratus tahun lamanya, berdirilah Kerajaan Johor. Semakin ke hadapan, ianya dibukalah Ulu Sungai Carang, Pulau Bintan oleh Sultan Johor, Raja Ibrahim dengan gelar Sultan Ibrahim Syah I, yang dibantu Temenggung Tun Abdul Jamil, sebagai tapak baru, sekira dalam tahun 1673. Continue reading “Bulang Cahaya Sembilu Cinta”

Bahasa »