Ideologi Bahasa Indonesia

P Ari Subagyo *
Kompas, 29 Okt 2008

SETIAP penggunaan bahasa bersifat ideologis. Bahkan, bahasa adalah ideologi. Itulah pandangan para linguis kritis, seperti Volosinov, Bakhtin, Foucault, Fairclough, Wodak, Kress, Hodge, dan Van Dijk.

Dalam hal ini, ideologi adalah gagasan atau keyakinan yang commonsensical (sesuai akal sehat) dan tampak normal. Gagasan atau keyakinan itu telah menjadi bawah sadar masyarakat. Maka, jika masyarakat tidak menyadari ideologi (dalam) bahasa yang dipakainya, itu membuktikan ideologi sedang efektif bekerja. Continue reading “Ideologi Bahasa Indonesia”

CERITA TENTANG ASAL-USUL MANUSIA (Legenda dari Batak) *

Pengalih Aksara: Drs. Mangantar Napitupulu
Karangan: Guru Sinangga ni Aji (Teks asli bertuliskan aksara Batak)
http://hojotmarluga.wordpress.com/

Konon khabarnya, dahulu kala hiduplah Nai Unggas Hulambu Jati, anak unggas Humarairi. Tubuhnya seperti kupu-kupu besar. Sahdan telurnya tiga butir sebesar periuk betina. Lalu ia menghadap sang Dewata. Continue reading “CERITA TENTANG ASAL-USUL MANUSIA (Legenda dari Batak) *”

MEMAKNAI ULANG KONSEP PENDIDIKAN BERBASIS BUDAYA

Mustafied *
_St-Aloysius-Bandung

Dalam sebuah kunjungan sillaturahim ke Sri Sultan, seperti diceritakan Prof Dr Toni Atyanto Dharoko, seorang dosen senior Teknik Arsitektur UGM, terlontar sebuah pertanyaan menggelitik. Kata Sultan, dari yang diketahuinya, UGM hendak menjadi universitas berkelas dunia (world class university). Jika demikian, bagaimana dengan nasib atau keberadaan budaya local yang ada? Pertanyaan yang bernada kekhawatiran tersebut dapat dimengerti. Sebab salah satu arus besar yang menyertai globalisasi adalah homogenisasi (penyeragaman budaya), di samping neoliberalisasi. Continue reading “MEMAKNAI ULANG KONSEP PENDIDIKAN BERBASIS BUDAYA”

Suatu Siang di Seminari

Seno Joko Suyono, Anton Septian, Lucia Idayani
TEMPO Edisi 29/XXXVI/10 – 16 Sep 2007

”… Aku duduk di pinggir ranjang, berpura-pura membaca majalah, padahal sebenarnya aku mengamati ibu sewaktu ia menutupi payudaranya yang melorot dengan kutang lepek warna kulit yang dibelinya di pasar buah. Celana dalamnya yang telah menguning dimakan usia menampakkan sebaris karet elastis di bagian pinggangnya yang kendor….” Continue reading “Suatu Siang di Seminari”

Bahasa »