Kurnia Effendi
kepakcamar.multiply.com
Sebuah media maya yang kemudian membangun dunia maya, menurut saya hampir menjadi kehidupan lapis kedua. Berjalan paralel dengan kehidupan yang kita jalani sehari-hari. Mengapa demikian ? Ada sejumlah kegiatan komunikasi yang begitu intens, bahkan sepertinya kita benar-benar mendengar suara “di sana” yang sedang bercakap-cakap dengan kita melalui tulisan. Ada nada riang, bersemangat, sendu, sinis, meledak-ledak, nylekit, dan banyak lagi, yang kia tangkap dari kalimat-kalimat itu. Continue reading “MENUJU INSTITUSI APRESIASI SASTRA, MUNGKINKAH?”
