Manusia Pascakematian Humanisme

Bambang Sugiharto *
Kompas, 21 Maret 2009

”HUMANISME” adalah isu yang kini telah menjadi purba, kedaluwarsa. Begitulah kesan umum dalam era pascamodern milenium ketiga ini. Namun, sebetulnya itu tidak sepenuhnya benar.

Sebagai aliran filsafat ataupun ideologi, mungkin hal itu memang sudah berlalu. Humanisme telah didekonstruksi, dari sisi teoretis maupun praktik. Namun sebagai wacana reflektif ihwal humanitas atau tentang apa artinya menjadi manusia, hal itu jauh dari kedaluwarsa. ”Humanisme” kini justru menuntut perenungan ulang. Continue reading “Manusia Pascakematian Humanisme”

Merawitkan Naskah, Membaca Sejarah

Bre Redana, Ardus M Sawega
Kompas, 22 Maret 2009

”BU Nancy, tamunipun sampun rawuh…” begitu kata petugas resepsionis hotel di Solo melalui telepon kepada tamunya, Nancy K Florida, yang menginap di situ. Nancy, Indonesianis dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, peneliti naskah-naskah kuna Jawa, fasih dan suka berbahasa Jawa halus dalam pergaulan sehari-hari di Solo. Kehalusan bahasanya kontras tajam dengan cara pandangnya tentang kebudayaan Jawa, berikut gempurannya terhadap sarjana-sarjana, baik Belanda maupun Indonesia, dengan filologi yang dikecamnya keras. Continue reading “Merawitkan Naskah, Membaca Sejarah”

Dubai International Poetry Festival: Oasis Pikiran dan Hati

Dorothea Rosa Herliany *
Kompas, 22 Maret 2009

AWAL bulan ini (4-10 Maret 2009), Dubai menyelenggarakan sebuah festival puisi yang sangat spesial. Ratusan penyair dari 45 negara datang dan masing-masing membacakan karya puisi-puisi mereka di enam lokasi berbeda (termasuk pusat pertokoan dan klub-klub sosial yang ada di Dubai) hampir setiap malam. Para kritikus sastra dari sejumlah negara diundang untuk membentangkan buah pikiran mereka di bidang ilmu sastra; Continue reading “Dubai International Poetry Festival: Oasis Pikiran dan Hati”

Mimpi Mbah Udju, Pustakawan Kampung

Her Suganda *
Kompas, 27 Maret 2009

IBARAT batu karang, Djudju Djunaedi atau Mbah Udju, selama 20 tahun lebih tak pernah surut dari mimpinya. Setiap hari sepulang bekerja di Perkebunan Karet Gunung Hejo, PT Perkebunan Nusantara VIII, ia berkeliling kampung-kampung di Kecamatan Darangdan, Purwakarta, dengan berjalan kaki. Dengan sabar ia menyambangi penduduk desa, menawarkan jasa meminjamkan buku dan majalah dari rumah ke rumah. Continue reading “Mimpi Mbah Udju, Pustakawan Kampung”

Bahasa »