Geliat dari Forum Lingkar Pena

Dwi Fitria
Jurnal Nasional, 31 Agu 2008

Bertopangkan nilai-nilai keagamaan, karya sastra tidak muncul sekadar seni dan hiburan.

DI tengah-tengah booming film-film horor yang marak membanjiri bioskop-bioskop di Tanah Air, muncul sebuah film fenomenal, Ayat-ayat Cinta (AAC) yang dibesut oleh sutradara Hanung Bramantyo. Film ini mengusung sesuatu yang berbeda dari tema horor yang banyak mewarnai film-film seangkatannya. AAC mengangkat tema islami. Kesuksesan film ini masih suatu anomali bagi banyak orang. Di luar semua itu, film itu sukses menyedot jutaan penonton. Continue reading “Geliat dari Forum Lingkar Pena”

Bangun Kembali Rumah Bung Karno

Susanto Zuhdi *
Kompas, 26 Agu 2008

TIDAK banyak bangsa di dunia ini yang mendapatkan kemerdekaannya melalui perjuangan panjang dan berat untuk melepaskan diri dari penjajah asing. Satu di antara yang sedikit itu adalah Indonesia.

Bagi bangsa Indonesia, perjuangan itu harus dengan pengorbanan besar. Proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 merupakan titik kulminasi dari perjuangan panjang bangsa melepaskan diri dari belenggu penjajah asing. Continue reading “Bangun Kembali Rumah Bung Karno”

“Ketika Cinta Kembali”, Ramuan Kisah Cinta dalam Bahasa Puisi

Sihar Ramses Simatupang
_Sinar Harapan, 29 Agu 2008

Rona jingga ditaburkan/
Kesenduan sinar rembulan ditata/
Untaian berlian di langit ditaburkan/
Kesejukan air diisi sebagai bejana kehidupan.

UNTAIAN puisi semacam itu terselip di antara halaman akhir novel Martha Sinaga. Karyanya yang bertajuk Ketika Cinta Kembali memang ditampilkan dengan bahasa puitik dan cenderung populer. Continue reading ““Ketika Cinta Kembali”, Ramuan Kisah Cinta dalam Bahasa Puisi”

Rumah Puisi Taufiq Ismail

Soni Farid Maulana
Pikiran Rakyat, 30 Agu 2008

KESUNGGUHAN penyair Taufiq Ismail menumbuhkembangkan daya apresiasi sastra di kalangan anak-anak sekolah, dalam hal ini di kalangan anak-anak SMA lewat program Sastrawan Bicara Siswa Bertanya (SBSB) serta program Membaca, Menulis, dan Apresiasi Sastra (MMAS) untuk guru bahasa dan sastra Indonesia tidak diragukan lagi. Program tersebut sejak diluncurkan hingga kini sudah berjalan selama 10 tahun. Continue reading “Rumah Puisi Taufiq Ismail”

Berdakwah Tanpa Mengajari

Grathia Pitaloka
Jurnal Nasional, 31 Agu 2008

WACANA mengenai sastra Islami di Indonesia kembali bergaung ketika novel Ayat-ayat Cinta (2004) karya Habiburrahman El Shirazy disebut sebagai novel terlaris. Tak lama kemudian menjamur karya-karya serupa yang mengusung bendera sastra Islami.

Tema Tuhan dan religiositas Islami bukan lagu baru dalam ranah sastra tanah air. Sejak lama tema tersebut telah jadi bagian dalam perkembangan sastra di Indonesia. Continue reading “Berdakwah Tanpa Mengajari”

Bahasa »