Alice Munro Raih Hadiah Nobel Sastra

Alvin
koran-sindo.com

STOCKHOLM, Penulis cerita pendek (cerpen) asal Kanada, Alice Munro, kemarin memenangkan Hadiah Nobel Sastra. Dia berhasil mengalahkan beberapa nama unggulan seperti novelis Jepang Haruki Murakami dan penulis Belarusia Svetlana Alexievich, yang sebelumnya difavoritkan untuk memboyong penghargaan bergengsi tersebut.

Juri dari Swedish Academy memberikan penghormatan kepada penulis berusia 82 tahun itu sebagai master cerpen kontemporer. Mereka memuji gaya berceritanya yang sangat baik, yang mengarakterkan kejernihan dan realisme psikologi. Beberapa kritikus bahkan menyebutnya sebagai Anton Chekhov-nya Kanada. Chekhov adalah penulis cerita pendek hebat dari Rusia.

“Ceritanya sering kali diset di lingkungan kota kecil, di mana perjuangan seseorang agar keberadaannya diterima secara sosial itu sering mengakibatkan ketegangan hubungan dan konflik moral—masalah yang menguap dari perbedaan generasi dan tabrakan ambisi kehidupan,” ungkap Swedish Academy yang dikutipAFP. Munro memulai menulis cerita ketika berusia belasan tahun.

Dia terutama dikenal atas cerpen-cerpen dan telah memublikasikan sebagian besar koleksinya selama bertahun- tahun. Karyanya termasuk The View from Castle Rock pada 2006 dan Too Much Happiness yang dipublikasikan tiga tahun kemudian. “Teksnya sering kali menonjolkan penggambaran kejadian sehari-hari yang tegas, pengalaman yang luar bisa, yang menggambarkan cerita sekitar dan membiarkan pertanyaan eksistensial muncul di sekilas cahaya,” papar Swedish Academy yang dikutip Reuters.

Munro saat ini tinggal di Clinton, tak jauh dari rumahnya di masa kanak-kanak di barat daya Ontario, Kanada. Pada 2009, dia mengungkapkan telah menjalani operasi bypass jantung dan dirawat karena kanker. Dia dikenal menghindari publisitas dan jarang memberikan wawancara. Sebelum pengumuman kemarin, Munro menjadi salah satu favorit penerima hadiah ini.

Dia kini menjadi wanita ke-13 yang memenangkan Hadiah Nobel Sastra sejak kali pertama diberikan pada 1901. Munro berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar 8 juta kronor Swedia (Rp13,7 miliar). Penghargaan akan diberikan di Stockholm pada 10 Desember mendatang.

Awal tahun ini, Munro mengungkapkan dirinya akan berhenti menulis dan menyatakan pemberian hadiah itu tidak akan mengubah keputusannya. “Kalian tahu, saya selalu senang terhadap apa pun yang akan datang, seperti ketika saya dipublikasikan, saya senang sekali. Saya masih seperti itu,” ujar dia kepada CBC. ?

Dijumput dari: http://www.koran-sindo.com/node/336424