Misteri “Kekuatan” Menulis

Efri Yoni Baikoen *
harianhaluan.com 26 Agu 2012

Pada 23 Juli 1726, berla­yarlah sebuah kapal dari London menyusuri sungai Thames dengan tujuan Philla­delphia. Hanya terdapat seorang pemuda sebagai pe­num­pang dalam kapal itu yang selalu sibuk menulis sesuatu meski kantongnya betul-betul kempes. Apa saja dia tulis dalam bukunya selama perjalanan. Si pemuda yang berumur tidak lebih 20 tahun tersebut terus asyik menulis sesuatu. Ketika kapal itu tiba di Amerika tanggal 11 Oktober 1726 maka diba­wanya setumpuk kertas-kertas penuh dengan tulisan. Continue reading “Misteri “Kekuatan” Menulis”

Membunuh Tan Malaka

Heru Joni Putra *
harianhaluan.com 18 Nov 2012

Kapitalisme lanjut memperdagangkan banyak hal yang dulunya tidak dianggap sebagai komoditas ~ Fredric Jameson

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, tetapi un­tuk menghargai jasa seseorang kepada negara, tak harus dengan memberi gelar pah­lawan. Sebab saat sekarang, memberikan gelar pahlawan—seperti pahlawan nasional—kepada seseorang adalah sesu­atu yang bahaya dan semakin rentan akan politisasi. Continue reading “Membunuh Tan Malaka”

Eksistensi Sejarah Sastra dalam Ilmu Sastra

Nur Ahmad Salman H *
harianhaluan.com 7 Okt 2012

Mendengar kata seja­rah, tentu banyak persepsi yang berkembang, bahwa sejarah merupakan peristiwa masa lampau. Persepsi ini tidak dapat disalahkan, na­mun peristiwa masa lampau bagaimana dapat dikate­gorikan sejarah. Pertanyaan inilah yang menjadi pedoman, apakah semua peristiwa masa lampau dapat dikategorikan sebagai sejarah. Banyak para ahli berpendapat, namun tetap pada kesimpulan yang sama bahwa sejarah meru­pakan peristiwa masa lampau yang jelas waktu peristiwanya. Begitupun dengan sejarah sastra, sejarah yang mengkaji tentang asal-usul kesusas­tra­an dan perkembangannya de­ngan periode waktu yang jelas. Continue reading “Eksistensi Sejarah Sastra dalam Ilmu Sastra”

Membongkar Kerancuan Metode Penelitian Sastra

Donny Syofyan *
harianhaluan.com 18 Nov 2012

Dekade 1970-an di Barat menunjukkan perkembangan pesat dalam kajian sastra ilmiah dengan kemunculan pelbagai teori baru mengenai karya sastra. Ini meliputi teori struktural, semiotik, struktu­ralisme genetik, resepsi sastra hingga teori kelisanan. Kecen­derungan ini kian kuat dengan masuknya teori-teori yang lebih baru semisal pasca­struktu­ralisme, pascamodernisme, pascakolonialisme, pasca­mar­xisme, feminsime, pascafemi­nisme. Perkembangan demikian mengesankan bahwa posisi keilmiahan karya sastra tidak dapat digoyahkan dan dira­gukan lagi. Continue reading “Membongkar Kerancuan Metode Penelitian Sastra”

Perlukah Asosiasi Pengarang?

D. Zawawi Imron
harianhaluan.com 2 Des 2012

Ada stigma yang mengatakan bahwa pengarang itu sulit berorganisasi. Alasannya karena pengarang itu adalah orang yang punya imajinasi terlalu jauh meninggalkan bumi dan kenyataan. Pendapat begitu mungkin ada sedikit benarnya.

Betapa pun liarnya pengembaraan daya khayal seorang pengarang di dalam berkarya, toh ia tetap berada di bumi. Bumi adalah pijakan yang paling konkret bagi setiap manusia baik ia pengarang atau bukan. Continue reading “Perlukah Asosiasi Pengarang?”

Bahasa »