JANGAN SALAH! BERKARYA SENI BUKAN BERARTI BEBAS ANTI DISIPLIN

Machtumah Malayati *)
Radar Mojokerto, 12 Juni 2016

“Seniman adalah sebuah tanda dari kehidupan yang melepas-bebas” -Chairil Anwar, penyair-
Namanya juga jagongan, pasti forumnya tidak resmi atau setengah resmi. Apalagi topik jagongannya soal seni, yang kata orang adalah bagian ekspresi kebebasan. Seni -termasuk seni teater- identik dengan kebebasan. Kalau tidak salah tafsir, hal itu juga tersirat dari quote penyair Chairil Anwar, bahwa seniman adalah sebuah tanda dari kehidupan yang melepas-bebas.

Ungkapan Chairil tersebut tentu bukan sebuah isarat seorang seniman hidup semau gue, akan tetapi sebagaimana Sastrawan Syam Sdp memahami ungkapan Chairil tersebut sebagai sebuah ketidakpercayaan pada apa yang disebutnya sebagai “hukum wahyu” dalam proses kreatif, dimana inspirasi akan datang sendiri pada penyair untuk minta ditulis. Pemahaman demikian oleh Chairil disebut dangkal dan picik, tak lebih dari angin lalu saja.

Untuk menghasilan sebuah karya seni –lebih-lebih karya seni yang baik- seorang seniman harus dibekali sikap disiplin diri. Itulah mengapa, sekali lagi itulah mengapa, Dramawan Andhi Setyo Wibowo, saat berbicara dalam Jagongan Seni di Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FIP Universitas Hasyim Asy’ari “sekuat tenaga” menegaskan, bahwa berkesenian membutuhkan kediplinan yang bisa jadi mengalahkan militer. Kedisiplinan tentu saja bukan hanya monopoli tentara atau militer. Akan tetapi seorang seniman butuh kedisiplinan. Karena itu, tidak kalah dengan militer, seorang seniman adalah sosok yang dituntut untuk disiplin.

Berkarya seni tetap tidak lepas dari proses produksi. Ada sebuah proses penciptaan dan produksi seni, yang di dalamnya sarat dengan time scheduling, proses dan manajemen melahirkan karya seni. Dan hal ini ditemukan dalam setiap berkesenian, apapun bidangnya.

Saya mengutip sebuah cerita penulis sandiwara, roman dan cerita pendek asal Inggris, W Somerset Maugham (1874 – 1965) yang sampai usia tuanya tetap menulis tidak kurang dari 1000 perkataan setiap pagi sebelum sarapan. Meski ia sudah menjadi penulis ternama, ia tetap menulis apapun itu. Ternyata yang dilakukan Maugham berbuah manis, dimana lebih dari 50 bukunya disukai oleh berjuta orang di seluruh dunia. Dengan aktivitas tersebut Maugham dapat menjaga, memperkaya dan lihai meracik kata (ibnumufti.web.id). Begitu juga Penulis Joanne Kathleen Rowling yang jamak kita sapa JK Rowling yang karena keterbatasan dana untuk mengcopy naskah tulisannya, maka ia menyalin naskah tersebut dengan mengetik ulang menggunakan sebuah mesin ketik manual di setiap harinya.

Sama yang disampaikan Cak Kepik (sapaan ini lebih karib untuk Dramawan Andhi Setyo Wibowo) yang mencontohkan, sebuah drama teater juga membutuhkan sebuah proses yang sarat dengan kedisiplinan. Cak Kepik yang sudah malang-melintang di panggung drama tahu betul, antara proses berteater dan disiplin bak ibarat dua sisi keping mata uang yang tidak bisa dilepaskan.

Drama adalah sebuah karya sastra yang dipanggungkan. Dalam memanggungkan sebuah karya sastra dalam sebuah drama teater harus melalui proses produksi, sehingga dibutuhkan tim keproduksian, memerlukan sebuah manajemen waktu yang baik, mulai dari urusan surat-menyurat, penggalian dana, proses dekorasi stage/panggung, penulisan naskah, penyutradaraan, hingga penentuan aktor dalam sebuah casting. Semua itu membutuhkan sebuah kedisiplinan.

Dalam forum Art Exhibition and Literature #1 di Unhasy, Budayawan Binhad Nurrohmat juga mewanti-wanti, bahwa meski seorang sastrawan dewasa ini bisa menulis karya dengan gaya bebas, akan tetapi seorang sastrawan itu lebih dari sekedar asal mengeluarkan kata. Mereka lebih banyak membaca, entah itu buku, manusia, atau alam. Belum lagi, sebelum sebuah karya lahir, diblejeti dalam sebuah forum diskusi sastra untuk mentashih atau menguji sebuah karya sastra. Begitulah, ada disiplin dalam diri setiap seniman. Wallahu’alam.
Salam!

*) Penyiar radio Suara Tebuireng, Universitas Hasyim Asy’ari. Aktif di Griya Baca Abukus dan menulis cerpen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*