Sindhunata, Kerja Kaki dan Tangan Sang Wartawan

Rhoma Dwi Aria Yuliantri *

Sindhunata adalah unikum dalam dunia jurnalistik di Indonesia. Begitu kata Jakob Oetama, dalam kata pengantarnya untuk buku features jurnalistik Sindhunata, Cikar Bobrok (1998).

Menurut Jakob, Sindhunata telah membuat reportase liputan dan laporan yang dalam segala kejadian dan permasalahan berhasil menangkar denyut dan napas perikemanusiaan, yang menampilkan suatu kejadian dan permasalahan dalam konteks yang kemarin, kini, dan akan datang, serta yang penemuan, pengolahan dan pengerjaannya disertai pergulatan, refleksi, serta pemahaman. Continue reading “Sindhunata, Kerja Kaki dan Tangan Sang Wartawan”

Eksistensialisme Kepenyairan W.S. Rendra (Willibrordus S. Rendra)

(Catatan HUT WS. Rendra, 7 November)
Muhammad Muhibbuddin *

“Mana itu seniman Islam? Islam ‘kan tak punya Beethoven, tak punya Mozart, Picasso?’, begitulah ledekan Rendra terhadap seniman Muslim, Syu’bah Asa, sekitar 1970-an. Mendengar ledekan penyair Si Burung Merak itu, Syu’bah Asa, yang saat itu menjadi mahasiswa IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, hanya diam saja. Selama bergaul dengan Syu’bah, Rendra mengaku sendiri sering meledek, mencandai dan mem-bully seniman Muslim itu, namun orang yang di-bully itu nampak tidak merespon; cuek; tidak menunjukkan reaksi apa-apa. Sikap Syu’bah yang pasif dan cuek itulah yang membuat Rendra justru penasaran. Continue reading “Eksistensialisme Kepenyairan W.S. Rendra (Willibrordus S. Rendra)”

Bahasa »