
: Desa Cangaan, UjungPangkah, Gresik, Jawa Timur
Rakai Lukman
Desa berasal dari bahasa sansekerta, yang berarti tanah asal, juga berarti nagari. Continue reading “MENGENAL KAJIAN SEJARAH DAN BUDAYA LOKAL”

: Desa Cangaan, UjungPangkah, Gresik, Jawa Timur
Rakai Lukman
Desa berasal dari bahasa sansekerta, yang berarti tanah asal, juga berarti nagari. Continue reading “MENGENAL KAJIAN SEJARAH DAN BUDAYA LOKAL”
Tragedi selalu mewujud sebagai peristiwa jenak pada renggangan jarak. Jarak yang sesungguhnya tak cukup jauh dan ragu. Di depan mata. Pengalaman menonton tragedi selalu jadi kegemaran ganjil manusia. Terlebih lewat layar kaca atau berita. Continue reading “TRAGEDI”
Yohanes Sehandi *
Pos Kupang, 29 Agu 2019
Salib adalah tanda sekaligus lambang kerendahan hati, penderitaan, dan keselamatan bagi kaum Nasrani atau Kristiani, yakni penganut agama Kristen dan Katolik. Salib (dengan huruf S kapital) tidak sekadar tanda silang. Tidak pula sekadar dua potong kayu yang dipasang bersilangan. Salib diyakini kaum Nasrani sebagai yang kudus dan apostolik, baik yang ada gambar atau patung tergantung pada Salib, maupun tanpa gambar atau patungnya. Bagi kaum Nasrani, Salib adalah benda kudus, karena hakikat dan lambang Salib menjadi bagian ajaran Nasrani: kerendahan hati, penderitaan, dan keselamatan. Continue reading “Yesus di Salib, Menurut Penyair Besar Indonesia”
DALAM BUAIAN KENANGAN
pada nada masa lalu
yang kau petik dengan hati
ada suara pelan berlalu
ada rintik kangen tak henti
tanpa bunyi sumbang
hanya rasa sesekali tumbang
dan kangen yang diam Continue reading “Sajak-Sajak Ibnu Wahyudi”
Konstelasi sastra (puisi) Indonesia kontemporer menunjukkan satu fenomena penting, yakni eksistensi penyair santri dan karya-karya puisinya. Kendati bukan hal baru, namun hal tersebut sangat menggembirakan, terutama potensinya sebagai arus besar dalam perkembangan puisi Indonesia berikutnya. Continue reading “MEMBACA SANTRI DALAM ALIF LAM”