Puisi Sunlie Thomas Alexander


LOOPHOLES
kepada ahar

(1)
semisal waktu, barangkali kita
hanyalah sejenis prasangka
yang bakal beranjak lelah

dan di luar tafsir, mimpi pun
mendingin–tapi kau tahu,
cemas itu akan terus mungkir
: seperti pula bingar birahi
atau sepotong rahasia rindu

di batas panggungmu,

bahkan sebelum ego kita
menjadi sepasang pisuh, sebelum
segala kenangan
menyaru sebagai sembilu

sebelum malam
dan hujan tak jadi jatuh

tentu, melodrama itu tidak lain
sepenggal tragedi yang rancu
seolah-olah lucu

(2)
toh aku telah begitu paham:
aku akan tetap mencintaimu
berulang-ulang
dan berkali lagi

seusai matahari, sesudah dendam itu
dipentaskan di laman facebook

hingga kebencian memiuh
layaknya harapanku
yang tak tulus menjauh;
melampaui tsuen wan atau
bintang-bintang di langit kamarmu

dan kelak aku bakal coba
menafsirkan kembali kesakitanmu

(3)
ya kelak, mungkin kau sudah mengira
ada yang belum selesai
di layar telepon pintar, ada luka
yang tetap tersimpan
bagaikan nomor lama

sejak kali terakhir
aku menandai senyummu
: seakan-akan dosa yang
tak butuh untuk ditebus itu

(4)
lalu kau bakal datang lagi
menggenapi lukaku;
yang kulihat berulang
dalam kepekatan mata kudusmu

serasa sumur tanpa dasar,
seperti lupa yang tak terjamah

dimana luka lainmu
telah mengunci diri
dalam kamar tak berpintu:
dan seorang kanak-kanak tanpa usia
menangis sendirian di sana

menampik hari ini
di masa lalu

tapi kau tahu, aku akan tetap
mencintaimu dalam kegelapan itu
dari mungkir ke mungkir,

sampai mimpi lain bercecebang
di hatiku, di setiap penyangkalanmu

sementara hujan tak juga jatuh

Palembang, Maret 2020

____________________
*) Sunlie Thomas Alexander memiliki nama lahir Tang Shunli, (lahir di Bangka, Kepulauan Bangka-Belitung, 7 Juni 1977), sastrawan berkebangsaan Indonesia keturunan Tionghoa. Ia dikenal melalui karya-karyanya berupa cerpen, puisi, esai, kritik sastra, catatan sepak bola, dan ulasan seni yang dipublikasikan di berbagai surat kabar serta jurnal yang terbit di Indonesia dan di luar negeri: Kompas, Jawa Pos, Koran Tempo, Media Indonesia, Horison, Suara Merdeka, Jurnal Cerpen Indonesia, Jurnal Poetika, Kedaulatan Rakyat, DetikSport, Jurnal Ruang, Gong, Lampung Post, Bangka Pos, Hai, Nova, Hakka Monthly, dll. Tahun 2016, menerima beasiswa residensi penulis di Taiwan dari Menteri Kebudayaan Republik China Taiwan, dan tahun 2018 menerima beasiswa residensi ke Belanda dari Komite Buku Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *