JEJAK HINDUISME DALAM AL-QURAN

Imam Nawawi *

Dalam tafsir at-Thabari disebutkan, Nabi Muhammad Saw menjelaskan bahwa kota Iskandariah Mesir dibangun oleh Dzul Qarnain, seperti disebut dalam ayat 83 surat al-Kahfi. Penjelasan Nabi itu disampaikan dikarenakan kedatangan rombongan Ahlul Kitab yang ingin berdiskusi dengan Nabi tentang topik Dzul Qarnain ini.

Di Timur Tengah, ada dua nama Iskandariah: 1) kota Alexandria di Iraq, dan 2) kota pelabuhan Alexandria di Mesir. Iraq maupun Mesir adalah wilayah taklukkan Alexander III yang bergelar The Great dari Macedonia Yunani. Bedanya, Alexandria Iraq didirikan 324 SM dan Alexandria Mesir 331 SM. Alexander III mati di Babylonia atau Iraq 323 SM.

Hanya saja, dalam at-Thabari, Nabi Saw menyebut bahwa Dzul Qarnain adalah seorang pemuda yang berasal dari Rum. Bukan Yunani. Hal ini tidak masalah, karena Alexander The Great sudah menaklukkan Rum sejak abad 4 SM. Nah, yang unik adalah tahun 326 SM, India juga sudah takluk.

Topik utama kita adalah Perjumpaan Alexander III atau “The Great” dengan kebudayaan India, belajarnya Alexander III pada ajaran-ajaran India, dan terdokumentasinya Alexander III dalam Al-Qur’an. Jangan lupa catatan saya sebelumnya, ketika Yunani bersentuhan dengan India, maka saat itulah nama Yunani dikenal dengan Yawana. Yakni, Bangsa Ksatria dalam Mahabharata. Pengaruh Hinduisme sangat kuat dalam diri Alexander III, yang salah satunya dibuktikan pengakuannya sebagai Titisan Dewa Zeus. Itu terjadi setelah berjumpa dengan Resi Hindu India.

Al-Quran mengabadikan nama Alexander III The Great ini dengan sebutan Dzul Qarnain, yang kemudian diperjelas oleh Hadits Nabi Muhammad Saw sebagai pendiri kota Alexandria Mesir dari Rum, sebagaimana dikutip dalam Tafsir at-Thabari atas ayat 83 surat al-Kahfi.
***

Catatan: Selain Suku Saka yang hidup nomaden dan menyebar luas ke wilayah Eurasia dan cekungan Tarim (Xinjiang China), ada juga suku-suku Iran lainnya, yakni:

1. Arya (China dan Roma),
2. Persia (Provinsi Farsi)
3. Median (Yunani, Babilonia, Assiria)
4. Baktria (Afganistan, Tajikistan, Uzbekistan),
3. Dahae (Kazakhstan, Kirgistan, Turkmenistan)
4. Khawarizmi
5. Massagetae
6. Parthawa
7. Sagartia
8. Sarmantia.

Sejarah Nusantara yang lazim kita ketahui, dihindukan oleh Aji Saka dan diislamkan oleh Syeikh Subakir bin Syeikh Jumadil Qubra dari Samarkand, Uzbekistan. Mereka semua orang-orang Iran.
***

*) Imam Nawawi, lahir di Sumenep 1989. Sempat belajar di beberapa pondok pesantren seperti PP. Assubki Mandala Sumenep, PP. Nasyatul Muta’allimin Gapura Timur Sumenep, PP. Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, PP. Hasyim Asy’ari Bantul Yogyakarta, PK. Baitul Kilmah Bantul Yogyakarta, PP. Kaliopak Bantul Yogyakarta, dan PP. Al-Qodir Sleman Yogyakarta. Kini sedang menempuh pendidikan jenjang S2 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *