Rumah Kreatif Suku Seni Riau (RK – SSR)


Riaupos.com, 28 Juli 2019

Rumah Kreatif Suku Seni Riau adalah sebuah ruang seni tempat para kreator, seniman, pegiat seni, akademisi seni, penikmat seni, pegiat industri kreatif yang menyelenggarakan berbagai aktivitas seni budaya, baik tradisi maupun modern. Komunitas yang mulai ada sejak tahun 2017 ini, didirikan langsung oleh Seniman Pemangku Negeri (SPN) Marhalim Zaini S.Sn., M.A., dan beberapa seniman Riau lainnya.

Bermula dari gagasan dan kegelisahan kreatif Marhalim Zaini untuk mementaskan sebuah pertunjukan dan membentuk sebuah komunitas seni di Riau, dibukalah audisi pemain di media sosial, yang akhirnya terus berlanjut hingga kini menjadi sebuah komunitas besar. Komunitas ini pun kini sudah terdaftar sebagai lembaga yang legal dengan akte notaris dan pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia.

Sebagai suatu komunitas seni, RK SSR memiliki visi untuk membangun dan menggerakkan atmosfer kreatif, melalui penciptaan dan aktivitas seni budaya, dengan menggali berbagai potensi seni dalam masyarakat yang bergerak, dan senantiasa mengupayakan keterlibatan masyarakat penikmatnya secara luas. Untuk mewujudkan ini semua, RK SSR memiliki pengurus serta anggota tetap dan tidak tetap di dalamnya. Perekrutan para anggotanya pun dilakukan dengan berbagai cara, formal maupun informal.

Sejak berdirinya hingga kini, RK SSR selalu aktif melakukan berbagai program baik yang bersifat internal maupun yang melibatkan masyarakat. Di tahun 2019 saja, komunitas ini sudah beberapa kali melakukan diskusi seni dan diskusi sastra, workshop seni teater dan workshop menulis, halal bi halal antar anggota serta rutin melakukan latihan dalam persiapan menuju pementasan teater-puisi Agama Sungai. Pertunjukan ini ditampilkan dalam iven Kenduri Seni Rakyat Riau 2019, di Kompleks Taman Budaya Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, dan terbuka untuk umum.

“Agama Sungai adalah produksi besar yang ketiga setelah sebelumnya Dilanggar Todak dan Orang Laut. Sebagaimana juga dua pertunjukan yang lalu, Agama Sungai juga mengangkat isu lingkungan, terutama sungai sebagai peradaban masyarakat Sumatera, yang kini telah banyak beralih fungsi dan terabaikan, bahkan tercemar. Pertunjukan seni ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Sungai Nasional, 27 Juli. Kami menyambut baik dan turut berterimakasih telah diundang untuk tampil di iven ini. Semoga iven ini juga bisa menjadi media komunikasi dan silaturahmi antar seniman, karena ini memang sebuah kenduri” ujar Marhalim.

Kedepannya komunitas ini akan terus melakukan berbagai kegiatan positif di bidang seni dan sastra. Keanggotaannya pun akan terus diperbaharui dengan rutin melakukan open recruitment, agar semakin banyak orang yang memiliki wadah dalam mengembangkan kecintaannya terhadap seni. (w/azr)


Rumah Kreatif Suku Seni Riau, foto dari Marhalim Zaini, Maret 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *