suarakarya-online.com
Kulihat Kau
Ketika kudengar
kharisma suaramu
di hamparan luas
tak bertepi
kulihat kau tegak
di puncaknya
sementara dari bgawah
kucoba mngais tapak
tapi rasaku tak sampai
dan tak pernah
hanya pekik suaramu
terdengar meggelegar
dan sampai padaku
kini tengah
kunikmati gemanya
akan suara suara ini luruh
dalam kerlip bisu malam
ketika malam bertaut
ketika bintang berbinar
sungguh aku tak tahu lagi
dan tetap termangu
nyalamu sampai
di atas sinarku
dan tetap pada
pijakmuyang penuh bara
dalam lintasan
keabadian alam
entah sampai kapan
kabut menggumpal
menutupi segala misteri alam
dan akan tetap sosokmu
menggilas kabut dan awan
Medan, Maret 2011
Untukmu 1
Dari kalah dan memang
sampai dalam
lingkungan keabadian
yang kau tinggalkan
telah hilang segala cahaya
alam aini tak pernah
siap kau tinggalkan
Meski pergimu
tanpa kerlip bintang
dan tanda jasa
namamu tetap membumbung
dan terus ke awan
kau tak kan pernah ada
dalam daftar panjang
sang penindas
atau pendusta
sebab keberadaan mu
selalu di antara mereka
yang terindas
karyamu menjadi
cermin abadi
meski sajakku
tak pernah sampai
aku akan selalu
merangkaikannya
sampai sembab ujung mataku
masihkah kau tak percaya
tentang surga atau neraka
setelah pergimu?
yang pasti di sini
aku selalu berdoa
untuk surgamu
Medan, Januari 2011
Kepada Putri
Dalam bilur waktu
kau terus tumbuh
mengakrabi hidup
kukenalkan kau
pada Sang Khalik
pemilik sumbu kehidupan
jadilah lentera
tak kunjung padam
rendah hati
dan selalu jadi dirimu
panggil aku ibu anakku
bukan yang lain
disana ada bayangan, surga
di tengah gelap dan air mata
ku iringi langkahmu
memecah sunyi
menembus malam
di genggammu segala langkah
dibalik riuh tawa dan tangismu
akan ada tanah daratan
langit di mana mana
juga Tuhan
Brastagi, April 2011
