jawapos.co.id
BETIS
tak malam tak siang
ken arok hanya terbayang
betis, betis, dan betis
punya si jelita ken dedes
tak petang tak subuh
ken arok risau dan resah
bergolak nafsu keserakahan
bermula dari betis menawan
tak rindu tak dendam
ken arok abai sembahyang
di tangannya sebilah keris
darah menetes karena betis
tak malam, wahai, tak siang
ken arok hanya terbayang
betis penuh pesona bintang
terkapar gandring dan ametung
2009
JARAN KEPANG
suara gelegar cambuk bagaikan petir
ketika jaran kepang pun mabuk menari
musik bertalu-talu, penonton pun melingkar –
”niat ingsun mbukak kalangan, duh, gusti”
2009
THE LOST PARADISE
di manakah embun berkilau
di ujung daun pagi hari?
di manakah burung berkicau?
di manakah kau, maha sunyi?
di manakah malam bulan penuh
berlayar pelan di langit jauh?
di manakah jutaan kunang-kunang?
di manakah kau, maha bintang?
di manakah cinta rindu dendam
bergelora di dalam hati?
di manakah syair dan puisi?
di manakah kau, maha kelam?
2009
MRT STATIONS
dengan tiket dalam genggaman
kita pun ikut orang-orang bergegas
namun kita akan ke mana, tuan?
kutunjuk peta namun kau tertawa lepas
2009
KEPADA AHMAD TOHARI
sepotong bulan bergetar
di atas sungai serayu
dan mengertap pada pasir
sebaris kalimat pun mengabu
2009
PELABUHAN TANJUNG EMAS
selalu saja pelabuhan ini muram
kapal-kapal pun merapat diam
camar-camar gelisah alpa bercanda
ada pelancong menyanyi lagu duka
selalu saja pelabuhan ini muram
ada yang datang dan bertolak
ada yang menangis dan mabuk
”don’t let me down”, igaunya tenggelam
selalu saja pelabuhan ini muram
kapal-kapal pun merapat diam
ada salam sayup dari seberang
marhaban, ohoi, ini semarang
2009
BUAH LARANGAN
kukunyah buah larangan
dengan kenikmatan tiada tara
kumamah dosa pusaka
kuhayati naluri kemanusiaan
kukunyah buah sialan itu
dengan berahi seorang adam
menuntaskan rindu dendam
surga hanya masa lalu
kukunyah buah larangan
kenikmatan membawa derita
kini aku hanya sendirian
hawa kini pergi mengembara
2009
KWATRIN JAKARTA
selamat siang, Jakarta
kucoba menyapa keangkuhanmu
ketika aku tiba di jatinegara
bolehkah, tuan, aku bertamu?
2009
KWATRIN BUAT IBU
Jenazahmu pun berangkat
pada tengah hari
teduh matamu kuingat
rindu penyair jadi ragi
2009
RANGGAWARSITA
sebentar lagi mungkin maut tiba
tiada lagi masa kegelapan dunia
dan terhindar dari zaman edan
o, masa kelam penuh kekacauan
tapi mengapakah harus berduka?
sebentar lagi mungkin maut tiba
ke manakah kucari jalan keselamatan?
ketika raja terjebak di lembah kesesatan
yen ora ngedan ora keduman?
korupsi dari dulu memang merajalela
sebentar lagi mungkin maut tiba
kuramal hari dan tanggal kematianku
kutinggal raja kehilangan waskita
kutangisi rakyat peka sasmita
o, mengapakah alpa isyarat kalatida?
2009
*) GUNOTO SAPARIE lahir di Kendal, 22 Desember 1955. Menulis puisi, cerita pendek, esai, artikel, dan novel. Aktif dalam berbagai organisasi, antara lain sebagai Sekretaris Dewan Kesenian Jawa Tengah.
