Pesta Kawin

Sabrank Suparno

Tanjung Dungkak, adalah kota kecil dari sekian puluh kota yang pernah aku singgahi. Dibanding Tanjung Benoa Bali, kota ini tak sekedar jauh wilayah teritorialnya, melainkan jauh pula tingkat peradapannya. Kawasan sunyi dari lalu lalang menusia, minim gedung mewah, tak ada kendaraan transportasi dan dunia gemerlap. Keadaan ini berbanding seratus delapan puluh derajat dengan Tanjung Benoa Bali yang tak sepi turis manca negara silih berganti menyinggahi. Continue reading “Pesta Kawin”

Gadis di Kereta

Hasnan Bachtiar *

AKU harus terdiam di sini, di tengah kegalauan yang semakin memburu jiwa, terombang-ambing gelombang mimpi buruk yang menghantuiku. Entah mengapa aku selalu berpikir, “mengapa kehidupan itu kacau sekali”. Aku tak bisa menebaknya. Menebak masa depan terlalu sulit.

Resahku, sayup-sayup meneror telinga bayi-bayi yang kesepian. Seperti tega untuk menhunjamkan belati bertubi di jantung yang merah merekah. Pastinya, semburat darah hangat, begitu berat tak terelak. Continue reading “Gadis di Kereta”

Perempuan-Perempuan Kereta

Ahmad Zaini *

Sewaktu pagi belum sempurna memasuki hari, tangan-tangan kekar para perempuan kereta menjinjing keranjang yang penuh dengan telur asin. Mereka berjalan menembus pagi buta yang dipenuhi kabut penghalang mata. Langkah mereka laksana langkah laki-laki yang kokoh menyangga beban yang berat. Ya, itulah pekerjaan sehari-hari dari perempuan-perempuan kereta yang mencari nafkah ke kota demi menyambung hidup di dunia. Continue reading “Perempuan-Perempuan Kereta”

Penembak Misterius di Seberang Front Kemelak

M. Harya Ramdhoni
http://www.lampungpost.com/

LANGIT di atas sana mulai semburatkan cahaya tipis kemerahan. Pagi telah tiba. Hujan lebat yang mengguyur Kemelak sejak semalam nyaris tak bersisa kecuali udara dingin yang kekal menyusup hingga ke sumsum. Jejak-jejak hujan nyaris tak terbaca. Dihapuskan banjir darah para pejuang republik pada pertempuran semalam. Tubuh-tubuh muda itu bergelimpangan bagai sekumpulan bangkai hewan di hari raya kurban. Continue reading “Penembak Misterius di Seberang Front Kemelak”

Cerita Lama dari Kami

Budi Saputra
http://www.lampungpost.com/

LENGANG, dan tak banyak yang dapat kami perbuat di sini. Sebuah rumah tua dengan arsitektur dan ornamen lama. Lukisan hitam putih para petani, dan patung harimau Sumatera yang setia menemani lenguh birahi kami di kamar pengap miskin cahaya. Di luar itu, hanyalah hamparan kesepian dan barisan makhluk hijau yang menatap kami setiap harinya. Continue reading “Cerita Lama dari Kami”

Bahasa »