Antara Ayah dan Kakek

Gerson Poyk
http://www.suarakarya-online.com/

Pertengkaran antara ayahku dan kakek berakhir pada keputusan kakek untuk pindah ke rumah kebun. Kakek tak membawa apa-apa selain beberapa potong pakaian, kasur tipis, bantal dan selimut. Ada juga beberapa piring kaleng, mangkuk besar untuk ditaruh sayuran atau sup. Ada sebuah ceret untuk masak air dan sebuah penggorengan. Continue reading “Antara Ayah dan Kakek”

Nota Perkawinan

Susy Ayu
http://www.suarakarya-online.com/

Aku bisa merasakannya. Ia mengelus sepanjang tulang belakangku dan tiap kali ia bergerak sebentuk rasa lelah merayapiku. Aku membayangkan ribuan sel yang bertarung satu sama lain. Sementara pertempuran itu sendiri sesungguhnya tidak memenangkan apapun. Sayangnya, aku hanya bisa sekarat dengan seorang istri yang khianat. Continue reading “Nota Perkawinan”

Bang Kumis

Ahmad Zaini*

Gerimis di pagi itu mengusap daun-daun pohon yang berjajar rapi di tepi jalan. Noda yang menempel pada lembaran daun itu luruh tersapu rintik yang semakin kerap. Jalan setapak berkelok dipenuhi bercak-bercak liatpada genangan air hujan menjebak kaki-kaki orang yang melintas di jalan itu. Tepat di ujung jalan setapak terdapat rumah kecil yang beratap genting dari bahan baku tanah liat. Dalam rumah tersebut tinggallah sebuah keluarga yang teridiri dari suami, istri dan kedua anak buah dari perkawinannya beberapa tahun silam. Continue reading “Bang Kumis”

Surat Berdarah Untuk Presiden: Mengantarkan Lea ke Ubud Writting

Pipiet Senja

Prolog

Ini ada surat dari Lea, nama penanya; Jaladara, salah satu penulis pada buku Surat Berdarah Untuk Presiden, diterbitkan oleh Jendela, Grup Zikrul Hakim, Jakarta.

Dia malu-malu mengirimkannya, meskipun baru saja menyelesaikan kuliahnya pada St. Marry, Hong Kong. Karya-karyanya memang luar biasa, bahasanya apik, siapapun takkan pernah mengira bahwa anak yang satu ini penggiat literasi dan seni sastra di kalangan BMI Hong Kong. Beberapa kali saya membincang karyanya di program Bilik Sastra VOI RRI. Continue reading “Surat Berdarah Untuk Presiden: Mengantarkan Lea ke Ubud Writting”

Bahasa ยป