? (Aku tidak Tahu)

Hasnan Bachtiar *

Ada satu pertanyaan yang tak pernah terjawab, mungkin takkan terjawab. Dunia ini apa?

Itulah, satu hal yang menjamin ketekunan beribu filsuf. Segala produktivitas pengetahuan, berjuta tulisan, beribu uji laboratorium dan perenungan yang tak berhingga telah tersulut oleh hanya pertanyaan itu. Tak urung karenanya, bapakku yang hanya merawat ayam di kandang, pernah sekali waktu hadir dalam wacana kuasa semesta. Barangkali semua manusia, pernah pula merasakan momen spesial sebagai filsuf yang sejati. Continue reading “? (Aku tidak Tahu)”

SUTAN BAGINDA DI ANTARA PEREMPUAN MELAYU, PAPUA, DAN INDIA

Maman S. Mahayana *

Sastera lahir dari sebuah gagasan, pemikiran, ide. Meski begitu, gagasan, pemikiran, ide pengarang itu, tidak serta-merta tumpah begitu saja sebagaimana adanya. Di sana, ada proses pengendapan, penghayatan, dan evaluasi berdasarkan pengalaman pribadi pengarang. Maka, karya sastera tidak sekadar serpihan sebongkah gagasan, pemikiran atau ide, melainkan wujud sebagai kolaborasi, percampurbauran antara gagasan, pemikiran, dan ide itu dengan segala pengalaman pengarang melalui proses evaluasi dan pemaknaan. Continue reading “SUTAN BAGINDA DI ANTARA PEREMPUAN MELAYU, PAPUA, DAN INDIA”

Feminis yang Terluka oleh Komunis

Asarpin

Pada tahun 1987, Partai Komunis Vietnam menyerukan kepada para penulis dan jurnalis untuk menghilangkan kekakuan, gaya formal realisme sosialis yang telah dipaksakan kepada mereka, dan meneguhkan kembali peran mereka sebagai pemegang kontrol sosial. Dalam atmosfir keterbukaan inilah, sebagian sastrawan dan intelektual Vietnam meresponnya dengan beragam karya sastra, film, novel dan teater yang secara terang-terangan mulai melontarkan kritik atas kebijakan partai Komunis. Continue reading “Feminis yang Terluka oleh Komunis”

PENYAIR-PENYAIR MUDA JATIM TERKINI DAN PENYAIR-PENYAIR JATIM ERA LEKRA: DUA JALAN PENCARIAN *

Puput Amiranti N

Membaca peta regenerasi kepenyairan Jawa Timur telah kita ketahui bahwa di awal tahun 2000an hingga saat ini, Jawa Timur telah membuahkan beberapa penyair muda. Nama-nama seperti A Mutaqqin, Didik Wahyudi, Helmy Prasetya, Ragil Sukriwul, Abimardha Kurniawan, Lubis Grafura adalah beberapa contoh dari penyair muda generasi 2000. Berbagai latar belakang baik pengalaman, keadaan geografis, pembacaan dan dialog dalam komunitas, maupun hal-hal teknis telah mempengaruhi warna penulisan mereka. Continue reading “PENYAIR-PENYAIR MUDA JATIM TERKINI DAN PENYAIR-PENYAIR JATIM ERA LEKRA: DUA JALAN PENCARIAN *”

Mencari Jawab Menjaga Kegelisahan (Sastra) Multikultural Kita *

Yonathan Rahardjo *

“Booming” multikulturalisme (pertama kali diistilahkan pada 1957 di Swiss, masuk Kanada 1960, lalu menyebar ke negara-negara berbahasa Inggris, Eropa, Amerika dan seluruh dunia sampai kini) menggiring begitu banyak penulis kita mengaitkan sastra dan multikultural sebagai bagian yang terpisahkan guna menjadi pijakan pemikiran (yang dapat diubah dengan kata-kata dalam sastra) untuk mengatasi masalah-masalah ketegangan antar suku, ras, agama dan antar golongan yang sesekali meletup dan kadang ada yang meledak (meski berbagai instrumen jaminan kebhinekaaan diwujudkan) mendirikan bulu kuduk. Continue reading “Mencari Jawab Menjaga Kegelisahan (Sastra) Multikultural Kita *”

Bahasa ยป