EPISODE BURAM
Kembali dituliskan bersama
deru ceracau, kegilaan telah
menyeluruh.
Satu bebal, satu lagi tak bisa
dipastikan akan luruh meski darah
membanjir tersembur dari kanalkanal. Continue reading “Sajak-Sajak Dody Yan Masfa”
EPISODE BURAM
Kembali dituliskan bersama
deru ceracau, kegilaan telah
menyeluruh.
Satu bebal, satu lagi tak bisa
dipastikan akan luruh meski darah
membanjir tersembur dari kanalkanal. Continue reading “Sajak-Sajak Dody Yan Masfa”
DILEMA
Ketika aku berjalan di belakang dukanya, rasanya gerah penuh seluruh
Bumi melegam dibakar terik duka kita,
mencucurkan embun ke dalam biji mata
dilumuri bercak-bercak darah duka kita yang tersayat Continue reading “Sajak-Sajak Melki Deni”
SALAM
Sebelum kau pulang memungut sisa hujan
Ada yang ingin aku sampaikan
“Selamat Bermalam Minggu”
Sesudah itu kau menghilang
Di balik punggungmu mendung
Menjatuhkan rintik-rintiknya Continue reading “Sajak-Sajak Adrian Balu”
MALAM I
Malam ini
Hujan jatuh
Mekarlah bungaku
Di taman
Ah tubuh ranummu tak jua
Mewangi. Continue reading “Sajak-Sajak Mustiar AR”
Eka Kurniawan
SUATU ketika ia berdiri di depan pondokannya yang oleh tetangga sekitar dikenal dengan nama Padepokan Ngawu-awu Langit. Ia berteriak-teriak, menjerit-jerit, marah, dan tertawa dengan ekspresi aneh. Para tetangga tak mengacuhkannya sama sekali. Itu sudah biasa bagi mereka karena ia aktor yang cukup dikenal, paling tidak bagi para tetangga. Namanya, Nuruddin Asyhadie, dan bersama beberapa seniman lain, seperti Rudi Heru Sutedja dan Ikun Eska, ia mendirikan Pabrik Tontonan, sebuah kelompok seni dan teater di Yogyakarta. Continue reading “Labirin Impian”