RACUN TEMBAKAU

Monolog Anton Chekov. Terjemah Jim Adhi Limas. Adaptasi S. Jai

PAK HARMAN, seorang kakek tua yang masih bersemangat hidup. Meski puluhan tahun dalam cengkeraman kuasa sang istri. Istrinya, JANAH memimpin sebuah lembaga pendidikan partikelir yang bergerak dibidangnya atas nama amal dan sosial. Selain punya rumah indekos bagi anak-anak perempuan kuliah. Continue reading “RACUN TEMBAKAU”

ANAK-ANAK YANG SETIAP PAGI MEMUNGUTI AIRMATA

:LANSKAP KEKERASAN DALAM NARASI PUITIK
R. Timur Budi Raja

I.
Saat sajak-sajak ini disodorkan hingga sampai di tangan saya, tak ada lain yang melintas di benak saya, kecuali kecurigaan. Tepatnya, keinginan untuk mencurigai. Lebih-lebih mengingat ketika kawan saya, Taqin, -sang penelepon gelap yang berposisi di Surabaya itu-, mengabarkan bahwa satu jam kemudian pasca kontak dia akan berkunjung ke tempat saya di Junok. Continue reading “ANAK-ANAK YANG SETIAP PAGI MEMUNGUTI AIRMATA”

Prosa-Prosa M. Faizi

m-faizi.blogspot.com

Lirik Masa Tua

Betapa hidup terasa sekejap, dan usia habis dalam sesaat. Tahun-tahun berlalu bagai selintas. Semua itu, dalam kesementaraan ini, cuma hinggap, lalu lewat.

Bagi seorang alim, hidup terasa sebentar. Ia ingin hidup lebih lama lagi untuk beribadah dan berbuat kebajikan. Sementara bagi orang yang baru saja siuman dari mabuk dunia, seolah ia baru terjaga dari tidur pulasnya. Sementara maut kian mendekat dan tak sempat terpikir taubat. Continue reading “Prosa-Prosa M. Faizi”

A R O K

Benny Benke
kompas.com

DI tanah lapang, di tempat yang telah dijanjikan, pada waktu yang telah ditentukan, dengan kebencian di jantung sisi kanan dan dendam di jantung sisi kiri, Ametung, yang parasnya mulai berkerut melantangkan serak kesumat ke langit. Berseolah lawan tandingnya, Arok, berada di depannya. Dengan angkara tak tertahan, menderas hujan menusuk wajah serta petir menjilat-jilat, menggelegar, tak terhiraukan lagi. Ametung menghunjamkan tombak ke bumi, bersimpuh kemudian mengacungkan keris ke langit. Sejurus kemudian dia menumpahkan kesumpekan, menyerapah dan mengutuk, menerjang-nerjang, meraung-raung? Continue reading “A R O K”

Mengenal jalaluddin Rumi

M. Wildan Habibi
http://celaledinwahyu.blogspot.com/

Kerap kali puisi-puisi relegius semacamnya terdengar di awal bulan Desember setiap tahun di Turki. Dan kota itu pun semakin semarak saja pada tanggal 17 Desember, karena malam itu adalah malam puncak sebuah festival. Malam yang disebut dengan “Sheb-I Arus” yang berarti “Malam Perkawinan”. Yaitu pertemuan seorang hambanya dengan Tuhannya. Malam itu adalah tepat malam wafatnya seorang sufi besar Maulana Jalaluddin Rumi. Dia adalah seorang filosof dan ahli mistis Islam, yang juga dikenal lewat syair-syair relegiusnya. Syair-syair yang kini lagi digandrungi banyak tokoh Eropa dan Amerika. Continue reading “Mengenal jalaluddin Rumi”

Bahasa ยป