TEGUR-SAPA

Maman S. Mahayana *

Halo cerpen, apa kabar? Itulah tegur sapa saya pada hari Minggu. Setumpuk suratkabar berserakan di meja depan. Saya membacai berita-berita aktual, meludahi berita tentang intrik politik dan kisah para koruptor, prihatin atas ketergusuran kaum miskin, dan diam-diam mencuri gagasan atas sejumlah artikel yang tersaji di sana. Itulah hidangan pembuka sarapan pagi. Lalu, selepas itu, cerpen kadangkala juga puisi, gilirannya menjadi hidangan utama. Continue reading “TEGUR-SAPA”

Nguping

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Bu Amat nguping pembicaraan Ami di telepon genggam dengan temannya di kampus.

?Sudah tinggal saja!? kata Ami, ?buat apa setia-setia kalau orangnya begitu. Tampangnya juga jelek, miskin lagi. Kamu kok mau-maunya sama dia. Tinggal saja. Laki-laki tidak hanya satu di dunia ini Kamu jangan buta. Itu dia yang sudah menyebabkan dia jadi berani berbuat seenaknya pada kamu. Sebab kamu terlalu sayang sama dia. Cinta boleh, tapi terlalu cinta itu berbahaya. Jangan-jangan kamu sudah kena peler!? Continue reading “Nguping”

Bayang-Bayang Tujuh

Damhuri Muhammad
http://www.jawapos.com/

Dalam sekali helaan napas, riuh sorak-sorai para petaruh yang berdiri di sekeliling lingkar arena sabung ayam di lereng Bukit Limbuku tiba-tiba terhenyak dalam hening. Orang-orang seperti dihadang kegamangan. Tiada hirau lagi para petaruh itu pada kibasan dan kelebat kaki-kaki bertaji dalam tarung Jalak Itam dan Kurik Bulu yang tengah berlaga begitu sengit hingga jambul kedua jago turunan Bangkok itu bergelimang darah. Semua mata seolah terisap ke dalam pancaran mata bengis Langkisau yang sedang mengamuk. Ia baru saja menghajar lelaki tanggung yang tampaknya orang baru di kalangan para petaruh. Continue reading “Bayang-Bayang Tujuh”

Bahasa »