Dokter

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Pengantar Wibisono Sastrodiwiryo:
Cerpen ini dibawakan dalam monolog oleh Putu Wijaya pada malam Anugrah FTI Award 2007

Banyak yang tidak bisa diatasi oleh ilmu kedokteran. Bagaimana pembuahan di luar rahim, dalam bayi tabung, dipastikan akan menumbuhkan janin ketika dicangkok ke rahim ibu? Virus influenza, HIV, flue burung sampai sekarang masih dicari obatnya. Di luar itu masih ada musuh bayangan yang ampuh: dukun. Continue reading “Dokter”

MEMAHAMI KULTUR ETNIK MELALUI KARYA SASTRA

Maman S. Mahayana *

Jika diyakini sastra sebagai ruh kebudayaan, maka sastra sesungguhnya dapat digunakan sebagai salah satu pintu masuk memahami kebudayaan sebuah bangsa. Bagaimanapun juga, sastra merupakan representasi kegelisahan sastrawan. Ia lahir dari proses yang rumit pengamatan, pencermatan, pengendapan, dan pemaknaan sastrawan atas kehidupan ini. Lebih khusus lagi, atas fenomena tindak berkebudayaan sebuah komunitas sosial. Continue reading “MEMAHAMI KULTUR ETNIK MELALUI KARYA SASTRA”

Mukjizat Sastrawan

Asef Umar Fakhruddin
http://www.lampungpost.com/

Sejarah membuktikan, teks sastra mempunyai kekuatan dahsyat dalam kehidupan. Pahatan-pahatan aksara para sastrawan membuat pembaca tercerahkan.

Untuk mengetahui kedahsyatan teks sastra–yang mewujud dalam karya sastra–kita bisa membaca novel karya Gabriel Garcia Marquez, Cien Anos de Soledad (1967). Novel ini berkisah tentang kepahlawanan keluarga Kolombia. Continue reading “Mukjizat Sastrawan”

Tauhid sebagai Esensi Estetika Sastra Sufi

Heru Kurniawan
lampungpost.com

APA yang ingin saya diungkapkan ini mengenai paradigma pemahaman sastra sufi dilihat dari fondasi Islam dan epistemologi sastra. Penggabungan keduanya, menurut saya, akan menghasilkan suatu paradigma sastra sufi yang logis. Sekalipun pengertian ini bersifat analogis, tetapi dapat dijadikan sebagai perspektif dalam memosisikan sastra sufi, yang sampai saat ini paradigmanya masih rancu karena dikaburkan oleh cara pandang subjektif sebagai pengaruh etika agama yang tidak dilihat secara keilmuan. Hasilnya, cara pandang paradigma sastra sufi dalam kesusastraan Indonesia masih terbelenggu oleh romantisme dan keyakinan Islam yang sempit. Continue reading “Tauhid sebagai Esensi Estetika Sastra Sufi”

Bahasa ยป