Din

AS. Sumbawi

Perkenalanku dengan Din berlangsung kebetulan. Malam itu, aku pergi ke warung angkringan untuk mengusir kesuntukan setelah seharian duduk di hadapan komputer. Di sana, kulihat beberapa orang teman duduk melingkar di atas tikar di bawah pohonan. Mereka tampak terlibat dalam obrolan yang mengasyikkan sembari menikmati sebatang rokok dan segelas minuman. Tentu saja, aku bergabung dengan mereka setelah mendapatkan segelas wedang jahe dari si penjual. Tak lama kemudian, salah seorang teman memperkenalkan aku dengannya. Continue reading “Din”

Ssst, Nama Gadis Itu Kriti?

Sihar Ramses Simatupang
Sinar Harapan, 04/27/2003

Sosok tubuh kecil dan ringkih itu berusaha berpacu cepat di atas sadel sepedanya menembus jalan berbatu dan sempit di tegalan sawah. Gadis kecil nakal, walau di beberapa tungkai lutut kaki dan tangannya telah terlihat bekas kecil luka bagai koin logam, tetap saja dia naik sepeda di atas permukaan tanah yang sempit untuk ukuran ban sepeda. Continue reading “Ssst, Nama Gadis Itu Kriti?”

Senyum di Balik Ilalang

Teguh Winarsho AS
Suara Karya, 17 Juli 2005

SENJA yang indah telah lama lewat disusul gelap merayap. Gelap yang selalu mengingatkanku pada seseorang yang pergi diam-diam kala gerimis turun pada suatu malam. Gerimis yang menyerupai jarum-jarum tajam berdenting di atas genting bagai petikan gitar seorang musafir di hamparan padang luas menyuguhkan kesunyian dan kekosongan. Membuat perasaanku cabik, ngilu dan perih, seperti ada luka lama yang kembali menganga, menjemput resah segenap kenangan. Continue reading “Senyum di Balik Ilalang”

HUBUNGAN KRITIK SASTRA DENGAN SOSIOLOGI

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Perkembangan kritik sastra Indonesia dalam dekade tahun 1980-an ditandai de-ngan munculnya beberapa pembicaraan mengenai sosiologi sastra atau pendekatan sosio-logis terhadap karya sastra. Dalam konteks ini, kritik sastra sesungguhnya mencoba me-manfaatkan disiplin ilmu lain (sosiologi) untuk memberi penjelasan lebih mendalam menge-nai salah satu gambaran kemasyarakatan yang terdapat dalam karya sastra. Oleh karena itu, pembicaraan mengenai hubungan kritik sastra dengan sosiologi, muncul lantaran ada anggapan bahwa karya sastra merupakan cermin masyarakat. Continue reading “HUBUNGAN KRITIK SASTRA DENGAN SOSIOLOGI”

Bahasa ยป