HABITUS PERUBAHAN SOSIAL DI INDONESIA

Aprinus Salam *

Membaca Visi Indonesia 2030, dalam ayat-ayat empat pencapaian, seolah membaca suatu program bahwa masyarakat Indonesia adalah suatu masyarakat yang diatur dalam sistem-sistem dan norma-norma ekonomi belaka. Di sinilah kesalahan mendasar Visi Indonesia 2030, sehingga jauh-jauh hari saya ingin meramal bahwa Visi Indonesia 2030 itu pastilah gagal jika tidak memperhitungkan aspek sosial, budaya, politik, dan “habitus” perubahan sosial masyarakat Indonesia. Continue reading “HABITUS PERUBAHAN SOSIAL DI INDONESIA”

DARI BOB DYLAN KE DENNY JA

Malkan Junaidi

“Setiap yang bisa kunyanyikan kusebut lagu. Setiap yang tak dapat kunyanyikan kusebut puisi. Setiap yang tak bisa kunyanyikan atau yang terlalu panjang untuk menjadi puisi kusebut novel,” kata Bob Dylan suatu waktu, dan kemudian Svenska Akademien memberinya Nobel Sastra dengan alasan Dylan “telah menciptakan ekspresi puitis yang baru dalam tradisi lagu Amerika yang agung” dan ia menerimanya. Continue reading “DARI BOB DYLAN KE DENNY JA”

Bahasa »