Demi Waktu
1
Petir mengalir di bibirku, lalu kulafal satu-satu
kupanggil ibu; tanah-tanah rekah yang rindukan rindu
hujan di seberang yang menggigil
dengan tangis temaram, gerimis memeram
kukecup ketiadaan dan waktu
patah, bersitahan di udara
jarum jam yang berhenti
di ujung lidah
di atas kandil-kandil padam Continue reading “Sajak Panjang Mashuri”
