Kematian Sastra Sufi

Matroni el-Moezany *

Sengaja saya angkat tema ini, untuk membuktikan bahwa kematian bukanlah tiadanya sesuatu dari materi, melainkan ke-ada-an yang menggali akar-akar holistik dari sastra sufi itu sendiri, bahkan ke-kosong-an pun juga merupakan ke-ada-an yang eksistensial. Artinya, ketika kita membaca tema itu tidak seharusnya menjustifikasi bahwa sastra sufi mati, seperti orang meninggal dunia. Tidak! Tapi kematian merupakan keadaan yang eksistensial. Continue reading “Kematian Sastra Sufi”

KEINDAHAN-KEELOKAN JAWA DALAM SASTRA (2)

Djoko Saryono *

Dalam pandangan manusia Jawa, keindahan dan keelokan bukan hanya sesuatu yang sudah jadi, melainkan juga sesuatu yang mengada dan men­jadi. Me­minjam istilah Erich Fromm, keindahan dan keelokan itu bukan hanya sesuatu yang being, tetapi juga sesuatu yang to be dan to become. Keindah­an dan keelokan mengada dan menjadi jika – menurut seorang ahli sastra Jawa Tanojo – ter­jadi jumbuh­ing rasa lan kang dirasakake dan atau – menurut seorang penulis sastra Dwidjosu­marto – terjadi manunggaling suraos lan wangun. Continue reading “KEINDAHAN-KEELOKAN JAWA DALAM SASTRA (2)”

Bahasa »