Gundala dan Sastra Panggung yang Canggung

Ardus M Sawega *
Kompas, 15 Des 2013

Ketika kelompok Teater Gapit dari Solo, Jawa Tengah, muncul pada tahun 1980, tebersit harapan bahwa itu bakal menjadi momentum ”kebangkitan sastra Jawa”. Setidaknya dalam bentuk ”sastra panggung”. Teater Gapit yang dibentuk dari kalangan mahasiswa Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI, sekarang ISI) Surakarta mendadak menjadi tumpuan banyak kalangan setelah beberapa dekade sastra Jawa seakan mengalami kemandekan. Continue reading “Gundala dan Sastra Panggung yang Canggung”

Lima Capil F. Rahardi

RAKYAT LEBIH TUA DARI TENTARA

Suatu hari, Rendra diminta berbicara dalam sebuah diskusi terbatas di Balai Budaya Jakarta. Waktu itu dia sedang dicari-cari kesalahannya oleh aparat pemerintah. Maka pas acara diskusi itu, datanglah tentara. Sambil petentengan, Rendra menghampiri tentara itu lalu bertanya, “Ada apa DIK?” Dipanggil “DIK” perwira menengah itu marah. “Saudara memanggil saya DIK?” Continue reading “Lima Capil F. Rahardi”

WAJAH TASAWUF DALAM SASTRA (5)

: PERLAMBANGAN
Djoko Saryono *

Gagasan-gagasan tasawuf dalam sastra – yang merupakan transformasi dan manifestasi ajaran tasawuf – biasanya tak dituangkan secara lugas dan langsung, tetapi sering dituangkan dengan memanfaatkan lambang-lambang (simbol-simbol). Itu sebabnya, sastra bernafaskan tasawuf atau sastra sufistis demikian kaya dan pekat akan perlambangan (simbolisme) dan metafora. Continue reading “WAJAH TASAWUF DALAM SASTRA (5)”

Covid-19, Momentum Kebangkitan Puisi Doa

Imam Nawawi *

Covid-19 telah memakan ribuan nyawa manusia, dan pada saat bersamaan dari rahimnya, lahir era baru: “Puisi Doa.” Semua figur publik misalkan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membacakan puisi berjudul Li Khomsatun, yang diyakini sebuah hizib dalam aliran tarekat Syadziliyah dan Naqsyabandiyah. Kemudian disusul Mahfud MD., yang membacakan puisi milik Chairil Anwar. Lalu bapak Menko Polhukam mengatakan, “Saya bersama para Menko, ketua DPR, DPD dan MPR, membaca puisi doa bersama.” Continue reading “Covid-19, Momentum Kebangkitan Puisi Doa”

Bahasa »