CAMUS DIBUNUH KEMBALI DI ATAS PANGGUNG

Ekwan Wiratno *

Di tengah jalanan yang membeku pada tanggal 4 Januari 1960, sebuah mobil Facel Vega tergelincir dan menabrak sebuah pohon (Willsher, 2011). Kecelakaan itu merenggut nyawa seorang filosof dan sastrawan besar, Albert Camus. Tahun itu hanya berjarak dua tahun saja setelah Camus memenangkan penghargaan Nobel Sastra. Maka secara fakta, Camus telah meninggal sejak itu. Continue reading “CAMUS DIBUNUH KEMBALI DI ATAS PANGGUNG”

Naskah Teater, WEK WEK

Karya: Iwan Simatupang

ADEGAN I
SEKELOMPOK BEBEK MEMASUKI PANGGUNG

Petruk: Sejauh mata memandang, sawah luas terbentang, tapi tidak sebidang tanah pun milikku. Padi aku yang tanam, juga aku yang ketam. Tapi tidak segenggam milikku. Bebek tiga puluh ekor, semuanya tukang bertelor. Tapi tidak juga sebutir adalah milikku. Badan hanya sebatang, hampir-hampir telanjang. Hanya itu saja milikku. Continue reading “Naskah Teater, WEK WEK”

Naskah Teater, GRAVITO

Karya: Akhudiat

SEORANG LIMBO MENCARI SEORANG AYESHA (GONG 3X)

LAKI-LAKI I : Kata orang, Limbo kemarin lewat depan rumah kamu.
LAKI-LAKI II : Tidak Limbo membeli roti di kedai roti dibungkus kertas bekas surat cinta.
LAKI-LAKI : Amboi, Limbo pidato amat galaknya di teater gedongan.
LAKI-LAKI : Limbo bersepatu amat baunya, tetapi rambut amat (….missing text…) Continue reading “Naskah Teater, GRAVITO”

Bahasa »