
Shofa As-Syadzili Continue reading “Belajar Menulis pada Motinggo Busye”
CAMUS DIBUNUH KEMBALI DI ATAS PANGGUNG
Ekwan Wiratno *
Di tengah jalanan yang membeku pada tanggal 4 Januari 1960, sebuah mobil Facel Vega tergelincir dan menabrak sebuah pohon (Willsher, 2011). Kecelakaan itu merenggut nyawa seorang filosof dan sastrawan besar, Albert Camus. Tahun itu hanya berjarak dua tahun saja setelah Camus memenangkan penghargaan Nobel Sastra. Maka secara fakta, Camus telah meninggal sejak itu. Continue reading “CAMUS DIBUNUH KEMBALI DI ATAS PANGGUNG”
Akhudiat, Sastrawan dan Jejak Pergulatan Budaya Pesantren
Akhudiat (5 Mei 1946 – 07 Agustus 2021)

ngopibareng.id, 07 Agu 2021 Continue reading “Akhudiat, Sastrawan dan Jejak Pergulatan Budaya Pesantren”
Naskah Teater, WEK WEK
Karya: Iwan Simatupang
ADEGAN I
SEKELOMPOK BEBEK MEMASUKI PANGGUNG
Petruk: Sejauh mata memandang, sawah luas terbentang, tapi tidak sebidang tanah pun milikku. Padi aku yang tanam, juga aku yang ketam. Tapi tidak segenggam milikku. Bebek tiga puluh ekor, semuanya tukang bertelor. Tapi tidak juga sebutir adalah milikku. Badan hanya sebatang, hampir-hampir telanjang. Hanya itu saja milikku. Continue reading “Naskah Teater, WEK WEK”
Naskah Teater, GRAVITO
Karya: Akhudiat
SEORANG LIMBO MENCARI SEORANG AYESHA (GONG 3X)
LAKI-LAKI I : Kata orang, Limbo kemarin lewat depan rumah kamu.
LAKI-LAKI II : Tidak Limbo membeli roti di kedai roti dibungkus kertas bekas surat cinta.
LAKI-LAKI : Amboi, Limbo pidato amat galaknya di teater gedongan.
LAKI-LAKI : Limbo bersepatu amat baunya, tetapi rambut amat (….missing text…) Continue reading “Naskah Teater, GRAVITO”
