Dimuat bersambung di harian Sinar Harapan, edisi 27 Maret-10 Mei 2002
Teguh Winarsho AS
Salman memang berubah. Terutama sejak dipanggil pimpinan gerombolan orang bertopeng. Hasan bisa membaca perubahan itu. Tapi Hasan tidak cukup tahu bahwa perubahan itu sebenarnya sudah berlangsung lama. Tepatnya sejak Salman melihat foto Fatma. Ya, sejak itu sebenarnya Salman mulai berubah. Caranya bicara, caranya menatap, tidak seperti dulu-dulu lagi. Hasan terlalu lugu untuk mengerti hal itu. Hasan terlalu jujur untuk curiga pada teman sendiri. Hasan berpikir Salman berubah karena panggilan pimpinan gerombolan orang bertopeng. Continue reading “Novel Orang-Orang Bertopeng (11)”
