Membaca Telapak Tangan Yasunari Kawabata

Fatah Anshori *

Setelah Haruki Murakami, penulis Jepang selanjutnya yang saya baca adalah Yasunari Kawabata (YK). Jujur saya tak banyak tahu tentang sastra Jepang. Yang membuat saya membaca kumpulan cerpen di Cerita-Cerita Telapak Tangan (CCTT), salah satunya, karena Kata Pengantar yang diberikan Bernard Batubara. Bagimanapun sebuah komentar dari tokoh tentang suatu buku bagi saya sangat mempengaruhi untuk kemudian membacanya. Di sana ia mengaku skeptis terhadap cerpen-cerpen YK. Apalagi ini cerpen-cerpen pendek yang katanya muat jika dituliskan di telapak tangan. Continue reading “Membaca Telapak Tangan Yasunari Kawabata”

Dosa yang Indah Riki Antoni

Jajang R Kawentar

Bagaimana mungkin dosa dibentangkan menjadi lukisan atau lukisan sebagai dosa. Betapa indahnya dosa bila terbentang menjadi lukisan. Apa yang ada di benakmu lukisan dari sebuah dosa.

Bukankah proses para pendosa ketika berbuat dosa disusun menjadi garis dan warna, digojlog, diolah, diendapkan, dan disalurkan lewat rasa. Di sini seniman berperan sebagai pencatat peristiwa sekaligus bagian dari para pendosa itu. Continue reading “Dosa yang Indah Riki Antoni”

Bahasa »