Rinto Andriono *
Gubuk-gubuk itu berderet di sepanjang tepian sungai. Setiap malam menjelang, gubuk-gubuk itu makin sibuk meremang. Kesibukannya sangat berlawanan dengan dinginnya malam pegunungan. Gubuk-gubuk itu sempit saja, sesempit jangkauan cahaya lampu minyak, namun tempat parkirnya sangat luas, bisa memuat puluhan truk yang mengantri pemuatan pasir dari dasar sungai. Mesin-mesin penggali dan penyaring pasir bekerja tanpa berhenti selama 24 jam, mesin-mesin besar dan boros bahan bakar ini harus diberi makan dari penjualan bertruk-truk pasir. Selain memberi makan perut pemiliknya yang seperti jurang tanpa dasar. Continue reading “Virus Saimun”

