Para Sastrawan yang Menjadi Pahlawan

Dede Nana

Memiliki kecintaan dalam dunia sastra, baik syair, puisi, novel, sampai naskah drama, tidak membuat mereka menutup mata atas peristiwa di sekitarnya. Mereka menyadari negara tidak sekadar membutuhkan pena, tapi juga senjata.

Kecintaan terhadap dunia sastra juga diikuti mereka dalam pertempuran senjata melawan para penjajah di bumi pertiwi. Dari sastrawan menuju pahlawan di masa pra sampai revolusi nasional Indonesia. Continue reading “Para Sastrawan yang Menjadi Pahlawan”

PAGEBLUK KEEMPAT DAN BIBIR YANG KUTUNGGU

Djoko Saryono *

(1)
Umurku kini sudah 63 tahun lewat beberapa bulan. Berarti sudah kulalui empat pagebluk besar berskala luas yang amat mencekam dan sangat mengerikan. Tiga pagebluk bermula dari perbedaan pandangan yang diolah jadi hoaks dan kabar bohong atau kabar burung, yang lalu berujung pada pembantaian brutal dan massal. Sejarah macet di situ — tak ada narasi pasti dan jelas — semua terkarantina misteri. Hanya pagebluk sekarang bermula dari kehancuran alam semesta, yang menjadikan makhluk selain manusia kehilangan habitat hidupnya, lantas beradaptasi dan bermutasi, dan berujung menyerang manusia. Orang-orang menamai wabah pandemi virus korona. Aku suka menyebutnya pagebluk korona. Continue reading “PAGEBLUK KEEMPAT DAN BIBIR YANG KUTUNGGU”

Spionase Ketahanan Pengarang

Khairul Mufid Jr

Menjadi seorang pegawai, pada saatnya ia akan dihantui rasa jenuh dan ingin menyudahi status kepegawaiannya, namun ada pula yang tetap getol dan tekun bekerja meski badannya telah runduk dengan beban usia (uzur) disandangnya. Tapi anggapan itu tampaknya kurang pas dalam dunia kepengarangan, banyak karya bagus dan monumental lahir dari pengarang muda, dewasa, bahkan tua yang tetap konsisten menggembalakan imajinasinya. Disinilah usia dipertaruhkan untuk sebuah trah “produktivitas”. Continue reading “Spionase Ketahanan Pengarang”

Bahasa »