Seperti Kota Mati

Ahmad Zaini *
Jawa Pos Radar Bojonegoro, 22 Maret 2020

Suasana di kotaku sepi. Tak ada lalu-lalang warga melintas di jalan. Pasar lengang. Para penjaga toko tak berani keluar rumah. Tempat-tempat umum senyap. Kotaku seperti kota mati. Hanya lirih hembus angin membelai daun-daun perdu, dan menerbangkan plastik sisa bungkus minuman anak-anak. Continue reading “Seperti Kota Mati”

Sutardji dan Nurel dalam Kesusastraan Indonesia

Imam Nawawi *

Kalamuna Lafzhun Mufidun Kastaqim
wasmun wa fi’lun tsumma harfunil kalim.

Wahiduhu kalimatun wal qawlu ‘amm
wa kilmatin biha kalamun qod yuamm.

Artinya:

Kalam (menurut kami) adalah lafaz yang berfaedah seperti ‘Istaqim’
(Gabungan) Isim, Fi’il, dan Huruf adalah Kalim.

Satu dari Kalim adalah kalimat, dan Qaul itu (bersifat) umum
dan Kilmah terkadang dimaksudkan akan Kalam. Continue reading “Sutardji dan Nurel dalam Kesusastraan Indonesia”

PETA ESTETIKA DAN ETIKA NOVEL INDONESIA SETELAH TAHUN 2000-AN

Djoko Saryono *

Istilah paradigma sesungguhnya sudah berumur lama, sejak zaman Yunani telah umum dipakai. Pada zaman modern Abad XX istilah tersebut makin lazim dipakai di bidang filsafat dan ilmu-ilmu (baik ilmu kealaman, kemasyarakat, maupun lebih-lebih ilmu kemanusiaan. Dalam bidang filsafat dan ilmu-ilmu istilah paradigma menjadi populer berkat Saussure dan Khun. Dalam karya monumentalnya General Linguistics, Saussure memaknai paradigma sebagai pola pemikiran menurun (vertikal) yang dilawankan pola pemikiran mendatar (sintagma). Continue reading “PETA ESTETIKA DAN ETIKA NOVEL INDONESIA SETELAH TAHUN 2000-AN”

Bahasa »