Sajak-Sajak Abi N. Bayan

Di Pantai Jaya yang Pasifik

Kau masih berdiri
dan sesekali duduk
di atas bodi perahu,
kau pandangi laut biru
yang tak ada pulau-pulau.

Di kejauhan awan putih menari-nari
ke matamu ombak pasifik berlari-lari
sementara angin dari laut begitu pandai
melipat rambutmu, dan sungai di belakangmu
tak henti-henti menggeser segala dari bukit-bukit. Continue reading “Sajak-Sajak Abi N. Bayan”

POLA MEMBACA SASTRA

Djoko Saryono *

/1/
Sejak kapankah sastra hadir dalam kehidupan manusia? Ini pertanyaan klasik yang jelas-jelas membosankan. Tetapi terus muncul karena tidak ada jawaban yang pasti. Berdasarkan tradisi lisan dan peninggalan naskah yang ada, secara hipotetis dapat dikatakan bahwa sejak abad-abad Sebelum Masehi sastra sudah hadir dalam kehidupan manusia. Kalau naskah epik wiracarita Gilgamesh dari Sumeria/Mesopotamia dijadikan titik tolak, paling tidak karya sastra sudah hadir abad ke-30 Sebelum Masehi. Continue reading “POLA MEMBACA SASTRA”

Anak Klithih

Rinto Andriono *

Senja sedang kelabu, sekelabu itu pula suasana hati Bowo. Mendung sudah berat menggantung, namun hujan belum juga turun. Begitulah rupa langit semenjak siang, langit sedang bimbang, mau hujan atau tidak hujan. Hati Bowo pun sudah lama di ujung amarah, namun apa daya, dia tidak cukup benci untuk marah namun juga tidak cukup kasih untuk sabar. Hati Bowo mengeras, dia membangun cangkang, menutup segala kesan indera, sekelebat saja kesan perkelahian itu melintas, itu bisa mengubah segalanya. Continue reading “Anak Klithih”

Bahasa ยป