Menggagas Novel Pengganti Skripsi

Dhoni Zustiyantoro
Suara Merdeka, 28 Sep 2014

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta memunculkan wacana bahwa novel dapat menggantikan skripsi. Gagasan tersebut dinilai dapat menjadi sarana mendorong kemunculan banyak sastrawan muda berkelas. Hal itu sekaligus menjawab kegelisahan akan minimnya sastrawan sekelas Rendra, Umar Kayam, atau Sapardi Djoko Damono (Koran Tempo, 8 Agustus 2014). Continue reading “Menggagas Novel Pengganti Skripsi”

Puisi Terlalu Tragedi

Bandung Mawardi *

Di Kompas, ia sering tampil dengan opini. Cerpen turut disajikan ke pembaca. Puisi? Para pembaca Kompas mungkin jarang mengenali keampuhan lelaki asal Jogjakarta itu melalui halaman puisi. Opini-opini di Kompas memang bermaksud “menasihati” atau mengingatkan pembaca mengenai hal-hal darurat atau rawan prihatin. Aku kadang membaca serius, kadang merasa sudah mengerti sejak di judul dan alinea awal-akhir. Di halaman 6 atau 7, Indra Tranggono itu esais besar di Kompas. Ia pun muncul di Kedaulatan Rakyat dan Solopos. Aku menganggap halaman di Kompas mengesahkan Indra Tranggono itu budayawan, sebutan sulit mendapat arti terang di Indonesia. Rajin beresai menjadikan orang bergelar budayawan? Continue reading “Puisi Terlalu Tragedi”

7. Cerita Mini Karya Ahmad Yulden Erwin *

1. EDWARD TEACH

Awal abad ke-18, di tengah putaran arus balik Atlantik yang tak terduga, setelah habis-habisan membela Ratu Anne dalam perang suksesi tahta Spanyol melawan Raja Philip V dari Prancis, angkatan laut Inggris membuang sebagian prajuritnya di kepulauan Bahama. Tiga tahun kemudian, salah satu prajurit terbuang itu, yang paling cerdas dan berani, namun tak cukup pandai menjilat atasannya, mengutuk dirinya menjadi kepala bajak laut paling ditakuti di perairan Amerika Utara. Continue reading “7. Cerita Mini Karya Ahmad Yulden Erwin *”

Bahasa »