Sastra Jungkir Balik

Bandung Mawardi *
Koran Sindo, 3/9/2017

Sejak puluhan tahun silam, Budi Darma lazim menganggap sastra itu jungkir balik. Segala anutan gampang berubah, dan berkebalikan saat tersaji di cerita.

Imajinasi memungkinkan peruntuhan ketetapan atau kebakuan, mengajak pembaca bergerak di batas ragu, kejutan, dan keliaran. Sastra menghindari keabsolutan, bermaksud memungkinkan pengarang dan pembaca bergerak ke situasi, dan hal terjauh. Buku kumpulan cerita berjudul Kritikus Adinan sejenak mengundang pembaca berkenan masuk ke jagat jungkir balik gubahan Budi Darma. Continue reading “Sastra Jungkir Balik”

Parodi Kanvas Sastra

Bakdi Soemanto, M.Th. Krishdiana Putri

Danarto meluncurkan Setangkai Melati di Sayap Jibril. Sikap batin yang tak getir.

PADA dinding kamar tamu rumah budayawan Umar Kayam di Yogya tampak sebuah lukisan gaya dekoratif dari tinta cina dan kertas. Di situ Arjuna digambarkan sedang bertapa, seperti dalam lakon Arjuna Wiwaha. Menatapnya tenang-tenang, apalagi mencermatinya dalam jarak dekat, muncullah detail-detailnya yang sangat mengagumkan. Continue reading “Parodi Kanvas Sastra”

In memoriam: Wiratmo Soekito

H. Rosihan Anwar

Budayawan Wiratmo Soekito meninggal dunia dalam usia 72 tahun. Banyak berjasa dalam melawan PKI. Ia konseptor Manifes Kebudayaan yang menantang Lembaga Kebudayaan Rakyat.

BUDAYAWAN Wiratmo Soekito, 72 tahun, meninggal dunia Rabu, 14 Maret 2001 tengah hari, setelah mengalami stroke. Sekitar pukul empat petang jenazahnya tiba di rumah duka, dan 10 menit kemudian Presiden Abdurrahman Wahid datang, berdiri beberapa waktu di depan jenazah. Mulutnya komat-kamit. Kendati dua meter dari dia, bagi saya tidak jelas apakah Kiai Presiden sedang berdoa atau salat mayit. Continue reading “In memoriam: Wiratmo Soekito”

Kritik Puisi “Tebak Siapa Saya” karya Sainul Hermawan

Anugrah Gio Pratama

Puisi berjudul “Tebak Siapa Saya” karya Sainul Hermawan, terhimpun dalam buku kumpulan puisi, dan cerpen berlabel “Mata untuk Mama.” Buku tersebut diterbitkan tahun 2009, oleh salah satu penerbit di Banjarbaru, Scripta Cendikia. Dalam buku ini memuat kurang-lebih 21 puisi, dan 14 judul cerpen. Prolog bukunya, ditulis Aprinus Salam, seorang sastrawan sekaligus dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), sedang epilognya M. Faizi, penyair yang berasal dari pulau Madura. Continue reading “Kritik Puisi “Tebak Siapa Saya” karya Sainul Hermawan”

Bahasa »