Judul Buku: Bunga Rampai PMK: Bergerak dengan Nurani
Penulis: Laskar PMK 1-3
Penerbit: Forum Sastra Surakarta
Cetakan: I, 2017
Peresensi: Ahmad Muhli Junaidi *
radarmadura.jawapos.com, 3/9/2017 Continue reading “Melindungi Nurani dari Tindakan Koruptif”
Fatalitas Eksplorasi Cerpen *
Ribut Wijoto **
Rentang sepuluh tahun terakhir, 1998-2007, ada kesalahan pada perkembangan eksplorasi bahasa cerpen. Bahasa diolah-maksimalkan, dicari pilihan kata paling tepat, dan kalimat diberi rima-ritme; kesemua usaha dilakukan tidak untuk memperkuat unsur cerpen. Justru sebaliknya, usaha kuat-keras tersebut, sepenuhnya untuk memperlemah potensi unsur cerpen. Continue reading “Fatalitas Eksplorasi Cerpen *”
Menyelami Jiwa Asia
Raudal Tanjung Banua
Puisi merupakan cahaya hati, kata Xiang Yang, mengawali ceramahnya tentang sastra post-kolonial Taiwan. Penyair 70 tahun itu kemudian dengan penuh gairah menceritakan masa kecilnya di Nanto, Taiwan tengah. Waktu itu ia tinggal di kebun teh dekat kantor sebuah penerbit lokal. Continue reading “Menyelami Jiwa Asia”
Membaca Madura Sebagai Kearifan Dalam Puisi
Matrone Muserang *
Ketika saya membaca antologi puisi penyair perempuan Sumenep, Benazir Nafilah “Madura: Aku dan Rindu” 2015 ingin saya tegaskan bahwa Sumenep bukan hanya sebuah nama Kabupaten an sich, namun Sumenep adalah rahim yang mengandung kearifan lokal budaya yang harus dibaca eksistensinya dengan perangkat metodologi yang tidak hanya satu, namun beragam. Continue reading “Membaca Madura Sebagai Kearifan Dalam Puisi”
Pidato Kebudayaan Albert Camus
Saat Menerima Nobel Sastra 1957
Dalam penerimaan atas penghargaan yang telah begitu murah hati diberikan kepada saya oleh akademi anda yang bebas, saya ucapkan terima kasih secara mendalam, terutama ketika saya ingin mempertimbangkan sejauh mana penghargaan ini telah mempengaruhi kemampuan pribadi saya. Setiap manusia, dan untuk alasan yang kuat, setiap seniman, ingin diakui. Saya juga demikian.
Continue reading “Pidato Kebudayaan Albert Camus”