Membaca Madura Sebagai Kearifan Dalam Puisi

Matrone Muserang *

Ketika saya membaca antologi puisi penyair perempuan Sumenep, Benazir Nafilah “Madura: Aku dan Rindu” 2015 ingin saya tegaskan bahwa Sumenep bukan hanya sebuah nama Kabupaten an sich, namun Sumenep adalah rahim yang mengandung kearifan lokal budaya yang harus dibaca eksistensinya dengan perangkat metodologi yang tidak hanya satu, namun beragam. Continue reading “Membaca Madura Sebagai Kearifan Dalam Puisi”

Pidato Kebudayaan Albert Camus

Saat Menerima Nobel Sastra 1957

Dalam penerimaan atas penghargaan yang telah begitu murah hati diberikan kepada saya oleh akademi anda yang bebas, saya ucapkan terima kasih secara mendalam, terutama ketika saya ingin mempertimbangkan sejauh mana penghargaan ini telah mempengaruhi kemampuan pribadi saya. Setiap manusia, dan untuk alasan yang kuat, setiap seniman, ingin diakui. Saya juga demikian.

Continue reading “Pidato Kebudayaan Albert Camus”
Bahasa »