MEMBACA PROSES KESADARAN MANUSIA

Catatan Kesan atas Kumpulan Cerpen “Bocah Luar Pagar”
Ahmad Syauqi Sumbawi *

Lahirnya sebuah karya sastra, pada umumnya, merepresentasikan proses berkesadaran. Dimulai dengan pembacaan atas hidup dan kehidupan, manusia membuat jarak. Bukan terpisah, tetapi menjadikannya sebagai “medan makna” untuk kemudian hadir dengan kesadaran atas eksistensinya, yang termanifestasikan dalam karya. Karena itu, sebuah karya sastra tidak hanya bermakna, tetapi juga menciptakan ruang bagi tumbuhnya kesadaran pada diri manusia. Continue reading “MEMBACA PROSES KESADARAN MANUSIA”

Menuju Masyarakat dan Kebudayaan Baru

Indonesia – Prae-Indonesia *)
Sutan Takdir Alisjahbana

Berbicara tentang masyarakat dan kebudayaan baru, yang dimaksud tentu adalah masyarakat dan kebudayaan Indonesia Raya, yakni masyarakat dan kebudayaan yang tergambar dalam hati semua penduduk kepulauan ini, terutama yang mengharapkan tempat yang layak bagi negeri dan bangsanya, berdampingan dengan bangsa lain di muka bumi ini. Untuk membicarakan masyarakat dan kebudayaan Indonesia Raya, pertama sekali kita harus memahami arti Indonesia sejelas-jelasnya, terlepas dari segala bungkusan dan tambahan yang mengaburkannya. Continue reading “Menuju Masyarakat dan Kebudayaan Baru”

Pramoedya Ananta Toer Diusulkan jadi Nama Jalan di Blora

Priyo, Akrom Hazami
koranmuria.com, 21/07/2015

Adik sastrawan Pramoedya Ananta Toer, Soesilo Toer, mengusulkan agar jalan Sumbawa Blora yang merupakan rumah keluarga itu, diubah menjadi jalan Pramoedya Ananta Toer.

“Upaya mengubah nama jalan sebenarnya sudah pernah diperbincangkan dalam diskusi dengan beberapa pihak. Dalam diskusi itu ada usulan jika nama jalan yang menjadi alamat rumah keluarga Mastoer atau bapak Pram diubah menjadi nama Jalan Pramoedya Ananta Toer,” kata Soesilo, Selasa(21/7/2015). Continue reading “Pramoedya Ananta Toer Diusulkan jadi Nama Jalan di Blora”

Bahasa »