Dari Yang Terekam Di Acara Bedah Buku Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia

: Sebuah Catatan Tengah *
Siwi Dwi Saputro

Ini adalah sebuah catatan yang sengaja saya unggah, di hari ke-9 setelah acara berlangsung pada tanggal 9 April yang lalu. Hal ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa alasan yang baik alasan rasional ataupun irrasional. Seperti halnya Nurel yang mengatakan bahwa keberangkatanya ke Jakarta melalui stasiun Babat (dan dia sudah menjelaskan A sampai Z nya mengapa demikian), maka kalau saya boleh meminjam kata-kata Barthes tentang Semiotika** atau kalau saya lebih nyaman dengan mengatakan sebagai Superstition atau tahayul, pilihan saya mengapa saya unggah hari ini adalah: Continue reading “Dari Yang Terekam Di Acara Bedah Buku Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia”

LELAKI BAJING(AN)

Arie Yani

Betapa terpukul dan hancurnya hidup Key setelah kejadian malam itu. Lelaki yang baru dikenalnya satu bulan, tega memperkosanya. Key mengikuti berbagai kegiatan untuk melupakan kejadian menjijikan tersebut, namun hati tidak bisa dibohongi. Hari demi hari dijalaninya dengan pandangan kosong. Hidupnya menuju depresi. Continue reading “LELAKI BAJING(AN)”

Orang-Orang Tambalsulam Terpinggirkan

Norrahman Alif
Radar Madura 1 Apr 2018

Judul Buku: Ular Tangga, Karya: Anindita S. Thayf, Gramedia 2018
DALAM novel Ular Tangga, Anindita bercerita sebagai tokoh bocah istimewa dan pemberani yang ingin mengungkap sejarah kelam kondisi sosial orang-orang kumuh di daerah Tambalsulam, dengan dibumbui celotehan-celotehan satir terhadap pemerintah yang kurang peduli kepada rakyat jelata di daerah pedalaman. Bocahlah di sini yang menjadi tokoh penting untuk menyampaikan gagasan-gagasan satirnya, dengan ditemani tokoh-tokoh absurdnya: Sungai Purba, Rel Kereta Tua, Nenek, Bung Anu, dan Kerakbesi. Continue reading “Orang-Orang Tambalsulam Terpinggirkan”

Bahasa »