AMBISI KRITIKUS MENCARI YANG BARU

Hamzah Muhammad

Pengantar

Dalam peta kritik sastra Indonesia modern, Dami N. Toda digolongkan ke dalam kritikus yang menulis kritik sastra terapan dengan pendekatan metode ilmiah taraf pertama. Menurut Rachmat Djoko Pradopo (2002: 363), periode ini berkisar antara 1976 sampai 1988. Sepanjang periode ini, mayoritas kritik sastra berasal dari penelitian ilmiah yang berwujud skripsi tingkat kesarjanaan. Di antara kritikus semasanya, Dami adalah salah satu kritikus yang tekun dan tak berjarak dengan pusat sastra.1 Continue reading “AMBISI KRITIKUS MENCARI YANG BARU”

Selewat Senja di Kutha

Satyagraha Hoerip *
id.klipingsastra.com

MEREKA MENYUSURI PANTAI, bergandengan. Di upuk barat matahari siap tenggelam, dan muncul kembali baru esok hari. Separo langit di sana seperti disepuh warna emas campur lembayung. Menyilaukan.

Dalam hati Pramu tersenyum. Bagaimana jadinya, andaikata tiba-tiba muncul kenalan, atau bahkan seseorang dari gerejanya di Jakarta? Dan melihat dia bergandeng tangan dengan cewek bule, mana cuma mengenakan baju pantai? Ooh, disgusting! Macam pria muda 40-45 tahunan saja, remaja kedua. Continue reading “Selewat Senja di Kutha”

Bahasa ยป